MALANG – Perlahan namun pasti situs kuno petirtaan atau pemandian suci pada masa Kerajaan Medang yang dipimpin oleh Mpu Sindok, sekitar abad ke-10 ditemukan di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang pada Senin (24/4/2017) lalu kian berbenah.

“Warga gotong royong untuk membenahinya. Ya mulai bagus,” kata Penjaga kawasan situs kuno petirtaan atau pemandian suci, Yazin (25), Jumat (30/3/2018)

Yazin mengatakan, sejak ditemukannya tempat kuno ini sedikitnya 50 orang per hari datang untuk menyaksikan secara langsung.

Sebelumnya, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur, Andik Muhammad Said, mengungkapkan sekitar empat titik lokasi diprediksi menyambung antara satu dengan lainnya. Jarak satu dengan lain sekitar 100 meter.

“Kelihatan ini kolam-kolam yang dibuat, ada beberapa kolam dan arca yang dipahat menyatu dengan alam. Ada juga tulisan aksara Jawa Kuno,” kata Andik, Kamis (27/4/2017).

Situs berada di Dusun Nanasan, Desa Nawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Situs berada di antara aliran sungai Manten dan saluran irigasi biasa digunakan untuk mandi masyarakat setempat.

Posisi situs sendiri semula berada di rerimbunan tanaman liar yang kemudian berusaha dibersihkan dan digali. Relief dalam bentuk patung Ganesha dan beberapa tulisan Jawa Kuno.

“Kalau kita lihat sepertinya pada masa Empu Sendok. Tetapi tidak bisa kita simpulkan sebagai masa itu. Karena kebudayaan itu lintas, kalau Sendok abad X belum tentu bangunan ini dibuat abad 10,” katanya. (a2d/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR