Sha Ine FebriyantiKEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga melalui Asisten Deputi Kepeloporan Pemuda – Deputi Bidang Pengembangan Pemuda, menyelenggarakan kegiatan Coaching Clinic Monolog Cut Nyak Dien yang telah dipentaskan (25/11) oleh Sha Ine Febriyanti di Gedung Kesenian Jakarta dalam rangka “Membangun Semangat Kepeloporan Pemuda Untuk Revolusi Mental” sebagai
salah satu upaya pengembangan potensi pemuda khususnya kepeloporan pemuda.
“Cut Nyak Dien itu seorang perempuan yang begitu agung, sehinggasangat sulit melampaui keagungan beliau yang begitu besar serta harus menghidupkan karakter beliau yang sangat agung.
Dan hal tersebut sangat membutuhkan proses panjang,” ungkap Sha Ine Febriyanti disela
kegiatan Coaching Clinic Monolog Cut Nyak Dien (26/11) di Ruang Teater Wisma Menpora RI Senayan Jakarta yang dihadiri oleh Asdep Kepeloporan Pemuda – Deputi Bid. Pengembangan Pemuda serta Badan Eksekutif Mahasiswa dan Forum Pemuda Betawi.
Menurutnya pendalaman karakter Cut Nyak Dien sangatlah rumit, sejak pertama kali tampil di Galeri Indonesia dipentaskan dengan dramatic reading, dengan skrip yang terdiri dari 7 (tujuh) babak.
“Namun setelah itu dipentaskan ke 2 (dua) kalinya di Magelang baru dibawakan secara Monolog,” tegasnya.
Membawakan tokoh Cut Nyak Dien tidaklah mudah karena saya bukan orang Aceh, saya tidak bisa bahasa Aceh, dan saya tidak mengerti dan belum pernah ke Aceh. Lalu saya kumpul dan ngobrol bareng dengan seniman/budayawan Aceh, dan disitulah saya mendapatkan sedikit ciri khas masyarakat Aceh.
“Saya ucapkan terima kasih kepada Kemenpora RI yang sudah memberikanruang sangat besar dan suatu kehormatan dengan memberikan kesempatan pentas di GKJ. Ini sudah yang ke 6 kali dipentaskan, sebelumnya pentas di Balairung di Magelang dengan menyulap gedung, sound, ruang yang detil.
“Dan mohon doa restunya bahwa Insya Allah pada Desember 2015 nanti Monolog Cut Nyak Dien akan pentas di tanah kelahirannya Provinsi Aceh,” imbuhnya. (ziz)

TINGGALKAN KOMENTAR