ENAM PULUH tahun yang lalu, dimasa era Presiden RI Soekarno, Tari Serampang XII mendapat tempat yang layak di Istana Negara. Setelah muncul era orde baru, Tari Serampang XII pun seperti terkubur. Kini masa Presiden Joko Widodo tari yang diciptakan Sauti ini kembali ke istana. Tari Serampang XII yang dibawakan oleh Anjungan Sumatera Utara TMII bersama Sanggar Seni Matra Etnika akan ditampilkan untuk menyambut tamu pada penurunan Bendera Merah Putih digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2015).

serampang XII sebelum ke istana
Foto ilustrasi Persiapan penari Serampang XII sebelum ke Istana Negara (ist)

“Sangat terharu sekali. Anjungan Sumut TMII dengan Sanggar Seni Matra Etnika bisa tampil pada acara Penurunan Bendera Merah Putih. Kesempatan yang luar biasa bagi Tari Serampang XII,” kata Kepala Anjungan Sumut TMII, Tatan Daniel dengan haru.

Meski Tari Serampang XII belum menari di dalam Istana Negara, seperti 60 tahun yang lalu, namun bagi Tatan ini langkah yang luar biasa dimasa Presiden Jokowi. “Bayangkan, tahun 1955 yang lalu, Bung Karno menyaksikan penari Serampang XII menari di dalam Istana. Ini yang membuat kami sangat bangga,” kata Tatan.

Tatan Daniel sendiri sempat tidak yakin ketika protokoler istana menghubunginya untuk tampil dalam rangkaian acara HUT Republik Indonesia ke-70. “Saya sempat tidak percaya Tari Serampang XII kembali ke istana,” tuturnya.

Para penari yang tampil dalam menyabut tamu dalam Penurunan Bendara Merah Putih, yakni Dede Rasyid Dede, Laras, Rae, Shinta Ozora, Iwan, dan Fitra. Mereka akan tampil sekitar pukul 14.00 WIB.

SEJARAH

tari serampang XII sanggarMatra
Penari Tari Serampang XII (ist)

Tari Serampang XII merupakan kesenian tari tradisional yang berasal dari Melayu. Waktu itu berkembang di bawah Kesultanan Serdang. Tarian Serampang Dua Belas diciptakan oleh Sauti pada tahun 1940-an dan digubah ulang oleh penciptanya antara tahun 1950-1960. Sebelum bernama Serampang Duabelas, tarian ini bernama Tari Pulau Sari. Mengapa Tari Pulau Sari diganti dengan nama tari Serampang Dua belas. Inilah alasannya :

Nama Pulau Sari kurang tepat karena tarian ini bertempo cepat (quick step). Menurut Tengku Mira Sinar, nama tarian yang diawali kata “pulau” biasanya bertempo rumba, seperti Tari Pulau Kampai dan Tari Pulau Putri. Sedangkan Tari Serampang Duabelas memiliki gerakan bertempo cepat seperti Tari Serampang Laut. Berdasarkan hal tersebut, Tari Pulau Sari lebih tepat disebut Tari Serampang Duabelas. Nama duabelas sendiri berarti tarian dengan gerakan tercepat di antara lagu yang bernama serampang.

Penamaan Tari Serampang Dua belas merujuk pada ragam gerak tarinya yang berjumlah 12, yaitu: pertemuan pertama, cinta meresap, memendam cinta, menggila mabuk kepayang, isyarat tanda cinta, balasan isyarat, menduga, masih belum percaya, jawaban, pinang-meminang, mengantar pengantin, dan pertemuan kasih. Penjelasan tentang ragam gerak Tari Serampang Duabelas akan dibahas kemudian. (gr)

 

TINGGALKAN KOMENTAR