Septian Dwicahyo tampikan pantomaim 'Juang' (ist)

JAKARTA – Setelah 40 tahun berkarya, akor pantomim Indonesia, Septian Dwicahyo lewat Karya 40 tahun ‘Juang’ akan di pentaskan pada tanggal 2,3,4 Agustus 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Septian mengatakan, seni pantomim dapat didefinisikan menjadi sebuah seni pertunjukan gerak tubuh dan ekspresi wajah yang menyampaikan makna kata, pesan dan perasaan tanpa dialog verbal serta mampu menghadirkan kehidupan dan alam semesta secara imajinatif ke atas panggung.

“Seni pantomim yang sudah tua ini adalah seni universal yang dipahami oleh berbagai masyarakat di seluruh dunia,” kata Septian, Rabu (10/7/2019).

Septiam Dwicahyo dengan karakter pantomim (ist)

Septian Dwi Cahyo seniman penggiat seni pantomim, telah membuktikan aktualitas diri selama kurang lebih 40 tahun.

Untuk sambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Septian kembali menghadirkan makna kata ‘Juang’ dalam kehidupan melalui ekspresi gerak sunyi tanpa kata. Dengan subtema ‘Ketika Kaki Tangan Bicara’, bahwasannya semua manusia dalam kehidupan pasti pernah merasakan kisah yang dramatis dan penuh perjuangan.

“Pengalaman masa lalu menjadi ekspresi pematangan serta kecerdasan mengambil hikmah terbaik untuk kehidupan di masa depan. Septian akan menyampaikan melalui gerak dan mimik wajah tanpa menampilkan sederet property dan background untuk memperkuat suasana, hanya mengandalkan tubuh sebagai penyampai kata-kata, informasi ruang dan waktu,” kata paria kelahiran, Jakarta, 4 September 1968 ini.

Septian Dwicahyo konsisten dengan pantomim. (ist)

Karya 40 tahun “JUANG” akan di pentaskan pada tanggal 2,3,4 Agustus 2019 di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki Jakarta yang berdurasi tujuh puluh menit ini, menampilkan beberapa repertoar pantomim yang pernah dimainkan di panggung luar negeri diantaranya: ‘Boneka-Boneka’, ‘Datin’, ‘Tiga Pahlawan’, ‘Help Me’, ‘Hidup itu…’

“Diakhiri akan ada pertunjukan interaksi bersama para penonton. Sesi ini mengajak para penonton untuk bermain imajinasi bersama dalam satu panggung secara spontanitas,” ujar Septian.

Di setiap hari pertunjukan akan ada seniman pantomime muda ; Asita Kaladewa, Banon Gautama, Ende Riza & Doddy Micro akan menjadi pembuka acara. Salam Pantomim.

Reportoar (cerita) tentang ‘Boneka-Boneka’ berkisah tentang perjuangan Boneka yang resah dan tidak nyaman akan situasi rutinitas sebagai Boneka mainan. Dengan tanpa sepengetahuan pemiliknya, dia mencoba untuk melarikan diri dari ruang yang memenjarakannya. Akankah dia berhasil untuk lepas dari takdirnya?

Kisah ‘HELP ME…’ mengungkap sulitnya seseorang mencari tempat untuk membuang botol plastik bekas air minumnya. Karena kesadaran masyarakat akan dampak sampah plastik terhadap lingkungan hidup sudah tinggi. Bagaimanakah perjuangannya?

Septian Dwicahyo sang aktor pantomim. (ist)

Kisah ‘Remaja Bercinta’ bercerita, bahwa kita semua pernah merasakan jatuh cinta, putus cinta hingga mencari arti cinta. Kisah seseorang yang berjuang mendapatkan cintanya. Suatu ketika hendak menghampiri sang kekasih. Namun tanpa kesengajaan sesuatu hal terjadi hingga mereka akhirnya berkelahi. Karena menyesali nasibnya dan ingin mencari sebuah makna cinta abadi, maka dia melakukan…? Saksikan pertunjukannya.

Sedang ‘Tiga Pahlawan’, berkisah tentang perjuangan tiga prajurit dengan karakter masing-masing; Pak Tua, Si Muda dan Si Beringas. Mereka berlomba mengalahkan musuh di medan pertempuran. Kejadian demi kejadian terjadi, karena perbedaan karakter masing-masing namun pada dasarnya mereka bersatu ketika dalam sebuah pertempuran.
Berhasilkah mereka? Selamat menonton.

Untuk kisah ‘Hidup itu…’, bercerita masa yang dimainkan dalam satu nafas repertoar, masa balita, kanak-kanak, remaja, dewasa, tua dan… Bagaimana sebuah perjuangan hidup melampaui masanya. (***/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here