Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang akan menggelar sedekah laut yang berlokasi di Tambakmulyo, Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara. Kegiatan sebagai wujud masyarakat nguri-nguri adat budaya yang berkembang sejak nenek moyang ini akan digelar Sabtu (20/9/2014).

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudpar Kota Semarang Kasturi mengatakan, sedekah laut yang dilaksanakan 19 dan 20 September itu, telah diawali dengan doa arwah jamak dan khataman alquran pukul 07.00 – 17.00. Dilanjutkan diadakan pengajian umum pada malam harinya. “Sedangkan prosesi larungan dilakukan besok (hari ini) mulai pukul 06.30,” katanya seperti yang ditulis metrosemarang.com, Jumat (19/9/2014)

Prosesi larungan akan diawali dengan kirab budaya dari Masjid Sokahah Jalan Tambah Mulyo, melibatkan kurang lebih 1.000 orang. Terdiri dari pasukan drum band, pasukan Bhineka Tunggal Ika oleh anak-anak sekolah. Sambil membawa kembang manggar, bendera, rombongan pembawa sesaji larungan, nelayan, kesenian rebana, dan masyarakat lainnya. ‘’Acara ini didukung oleh RT dan RW se wilayah Tanjung Mas dan masyarakat Semarang Utara,’’ ujarnya.

Setelah penghormatan kepada walikota, prosesi larungan berangkat menuju dermaga dan larung sesaji di tengah laut. Untuk menuju tempat larung di tengah laut, peserta menaiki perahu kurang lebih 100 perahu.

Untuk pengamanan prosesi, pihaknya melibatkan anggota Dit Pol Air Polda Jateng sebanyak 12 personel. Selama prosesi larungan di tengah laut, akan dikawal oleh kapal C2 dan perahu karet. Sedangkan di tengah laut disiapkan pengamanan dari Lanal Semarang. Yakni menerjunkan 4 sekoci, 2 kapal besar, dan 2 kapal dari Basarnas.

“Sesampainya di lokasi larungan, sebelum kepala kerbau dilarung, peserta akan melakukan doa bersama, dilanjutkan makan bersama di tengah laut,” jelas Kasturi. (gr)

Foto: ist

TINGGALKAN KOMENTAR