Rumah Budaya Indonesia (RBI)  yang diperuntukan untuk konsumsi di luar negeri yang digagas oleh Wamendikbud bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti, tentang perlunya membangun rumah budaya di negara lain merupakan gagasan yang konstruktif untuk mengangkat citra Indonesia di masyarakat internasional.

Tak hanya itu, jika gagasan tersebut diwujudkan, bisa berdampak pada peningkatan pendapatan negara di sektor pariwisata.

Direktur Eksekutif Indonesian Publik Institute (IPI), Karyono Wibowo mengatakan gagasan itu terlalu melompat jauh. “Gagasan itu, ibarat melihat bintang tanpa menginjak bumi. Bagaimana tidak, pembangunan dan perlindungan budaya di dalam negeri saja masih lemah, tapi pemerintah sudah akan membangun rumah budaya di luar negeri,” kata Karyono, Sabtu (15/3/2014).

rumah budaya di Dili
Disain Rumah Budaya Indonesia (RBI) di Dili, Timor Leste foto: Kemendikbud

Padahal lanjut Karyono, masyarakat tahu, rumah budaya yang ada di dalam negeri tak terurus. Kita semua sudah menyadari, bahwa sejak dahulu bangsa ini memiliki kekayaan budaya terlengkap di dunia. Keanekaragaman budaya nusantara dari Sabang sampai Merauke sudah tak terhitung.

“Namun sayang, bangsa ini tak mampu melestarikan apalagi mengembangkan kekayaan budaya bangsa sendiri karena pemerintah kurang memiliki perhatian serius untuk melestarikannya. Untuk melestarikan kekayaan budaya tidak bisa hanya diserahkan pada pemerintah daerah dan masyarakat saja, tapi diperlukan kepedulian pemerintah pusat baik dalam bentuk regulasi maupun kebijakan, atau apapun namanya untuk melestarikan dan melindungi seluruh kekayaan budaya bangsa ini,” paparnya.

Jika tidak ada kepedulian pemerintah secara sungguh-sungguh terhadap pelestarian budaya, kata Karyono, maka tinggal menunggu waktu kehancurannya. Dan kata orang bijak, kehancuran suatu bangsa dimulai dari kehancuran budayanya.

“Maka tepat apa yang dikatakan Soekarno presiden pertama RI dalam konsep Trisakti, yaitu sebagai bangsa yang merdeka kita harus menegakkan tiga prinsip dalam Trisakti tersebut, yaitu berdaulat di bidang politik, berdikari di bidang ekonomi dan berkepribadian dalam kebudayaan. Prinsip yang ketiga dalam Trisakti tersebut menunjukkan pentingnya memiliki kepribadian sendiri dalam kebudayaan kita. Oleh karena itu, mestinya pemerintah dalam hal ini kemendikbud perlu memprioritaskan penataan budaya di dalam negeri sebelum merambah ke luar negeri. Bila tidak, maka gagasan tersebut hanya sebuah paradoks,” papar Karyono.

Sementara itu, Koordinator Lembaga Kajian Kebudayaan Indonesia (LKKI) Sumatera Utara, H. Mahyuddin Lubis mengatakan, bahwa di Sumatera Utara banyak bangunan rumah budaya yang tak terurus.

“Misalnya saja, Gedung Auditorium Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU), tempatnya pementasan teater di Medan, sudah tak layak. Gedungnya memprihatinkan. Kenapa harus dananya dihambur-hamburkan ke luar negeri, sementara tempat kesenian dan budaya di tanah air berantakan,” kata Mahyuddin, Sabtu (15/3/2013).

taman budaya sumut
Gedung Taman Budaya Sumatera Utara Foto Gardo

Bahkan kata Mahyuddin, para seniman di Medan sangat minim sekali faislitas tempat mereka untuk menyampaikan ekspresinya seninya. “Sebaiknya, utamakan dulu dalam negeri, barulah ke luar negeri,” paparnya.

Untuk diketahui, Wamendikbud bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti mengatakan tidak adanya rumah budaya diluar negeri membuat diplomasi budaya Indonesia menjadi lemah.

“Ini jelas tidak mendukung pembangunan citra positif Indonesia. Sangat disayangkan. Sebab hampir semua negara berlomba-lomba membangun rumah budaya dinegara lain, seperti China dengan 50 rumah budaya,” papar Wiendu disela penyerahan hadiah sayembara desain bangunan Rumah Budaya Indonesia Dili, Rabu (12/3).

Atas dasar itulah, mulai tahun ini pemerintah melalui Kemendikbud berencana membangun rumah budaya di 10 negara antara lain Jerman, Belanda, Singapura, Jepang, Prancis, Amerika, Malaysia, dan Australia. Tahap pertama akan dibangun rumah budaya Indonesia di Timor Leste dengan lahan seluas 2500 m.

Wiendu berharap pembangunan rumah budaya tersebut bisa menjadi media untuk mengkomunikasikan kekayaan budaya Indonesia ke manca negara. Dengan mengetahui tentang budaya Indonesia, diharapkan angka kunjungan wisatawan asing ke Indonesia akan meningkat pesat. (gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR