Foto ilustrasi pariwisata indonesia (ist)

pariwisata indonesia

PEMERINTAH akan kucurkan dana sebesar USD10 miliar atau Rp84 triliun untuk pemangunan 19 kota wisata di Indonesia. Penggarapannya dilakukan pemerintah melalui Kementerian Pariwisata (Kemenpar) akan dilakukan hingga lima tahun ke depan.

Dikucurkannya dana sebesar itu, mengingat Indonesia berpotensi besar meraup penerimaan negara lebih besar dalam sektor pariwisata.
‎
“Kita sudah identifikasi bahwa (pembangunan) 19 kota (pariwisata) itu initial investment-nya butuh Rp84 triliun atau sekitar USD7 miliar. Kalau tahun lalu itu kecil sekali untuk ukuran negara kita yang hanya USD700 juta. Kalau menyentuh angka USD7-USD10 miliar, itu baru terasa,” kata Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Menpar menyebutkan, dana investasi yang cukup fantastis tersebut akan digunakan untuk membangun haminitas seperti hotel. Saat ini, pemerintah baru bisa merealisasikan satu kota pariwisata di wilayah Tanjung Lesung.

“Jadi selama lima tahun ini butuh Rp75 triliun. Sedangkan Mandailika itu initial investment butuh sekitar Rp3 triliun. Waktu itu sudah diberi pemerintah sebanyak USD250 miliar dan Presiden janji akan memberikan lagi Rp1,8 triliun,” imbuh Arief.

Menurutnya, kota pariwisata Mandalika sudah siap untuk ditanamkan investasi. Sebab, jika terlalu lama tak ada investasi yang masuk, maka besar kemungkinan harga tanah di daerah tersebut akan melambung.

“Investasi jangan terlalu lambat. Kalau sekarang harga tanah masih murah, begitu juga dengan Tanjung Lesung dan 17 daerah lainnya. Dana sebesar itu untuk pembangunan selama lima tahun ke depan sampai 2019. Dan saat ini kita perlu initial investment,” katanya. (gr)

Foto Ilustrasi (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR