Foto ilustrasi: Djanda Liar salah satu Roman Medan. (ist)

MEDAN – Paling sedikit ada 350 judul roman Medan yang terdeteksi terbit sejak periode 1938. Roman ini dari Medan menembus dan beredar banyak di Jawa. Tak ada kota lain di Indonesia yang bisa menandingi produktifitas roman khas Medan ini. Apa itu roman Medan?

Untuk itulah, mahasiswa semester VI Unimed menggelar ‘Seminar dan Pameran Roman Medan’ yang akan digelar mulai pukul 09:00 WIB, di Gedung VIP Serbaguna, Unamed, Jalan Willem Iskandar Pasar V, Medan Estate, Sumatera Utara, Indonesia, Sabtu (31/3/2018).

Akan menampilkan narasumber Koko Hendri Lubis (Penulis Sejarah Roman Medan), Damiri Mahmud (Damiri Mahmud), Dr. Ir. Hj. Wan Hidayati, M.Si (Kadis Budpar Provinsi Sumatera Utara).

“Roman merupakan sebuah karya yang pernah menjadi sebuah primadona dan kebanggan di kota Medan. Beragam genre mulai dari misteri, thriller dan sebaginya dikemas apik dalam sebuah cerita bertema cinta,” kata Panita ‘Seminar dan Pameran Roman Medan’, Nurhikmah, saat dihubungi Kamis, (29/3/2018).

Nurhikmah mengatakan, Roman Medan sempat mengalami masa kejayaan di zamannya dan mendapat tempat tersindiri dihati para pembacanya.

“Sampai pada akhirnya Roman Medan tidak lagi menjadi sebuah primadona dan akhirnya terlupakan,” ucapnya.

Meski kegiatan ini merupakan projek dari mata kuliah, namunĀ  seminar sejarah dan mengangkat tema mengenai Roman Medan karena Roman MedanĀ  cukup menarik untuk disimak.

Foto: Narasumber Seminar Roman Medan (ist)

“Ini adalah kegiatan mahasiswa Unimed. Mereka panitia, tapi terbuka untuk umum,” kata Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed) Ichwan Azhari saat dihubungi, Kamis (29/3/2018).

Apa arti pentingnya bagi sejarah sastra dan sejarah sosial di Indonesia. Mengapa roman ini dilupakan dalam sejarah? Paparan diikuti dengan melihat draf buku Sejarah Roman Medan hasil riset Koko Hendri Lubis di Belanda selama 2 bulan tahun 2017 yang lalu.

Seminar dan Pameran Gratis. Bagi yang minat dan pengunjung bisa mendapatkan Roman Medan berjudul ‘Tan Malaka di Kota Medan’. (a2k/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR