MEDAN – Aktris teater Indonesia Rita Matu Mona tampil membaca puisi bersama 19 penyir asal Sumatera Utara pada Malam Renungan Teater (MRT) 2017 di Taman Budaya Sumatra Utara, Medan (31/12/2017). Aktris Teater Koma Jakarta ini sukses memukau ratusan penonton yang hadir saat dirinya membaca puisi karya Sitor Situmorang.

“Luar biasa penampilan Rita Matu Mona malam ini. Meski tak muda lagi, bisa membaca puisi sebagus itu. Padahal puisi itu panjang, namun Rita membacanya dengan cepat namun tetap menjaga tempo irama,” kata Yan Amarni keada kepada Gapuranews.com.

Rita Matu Mona sendiri saat ditanya mengaku biasa saja dengan pengucapan cepat yang menggunakan nafas panjang seperti itu.

“Itu sih biasa saja ya. Kita di Teater Koma kan harus mampu main hingga 4 jam. Kalau tadi itu mah, belum apa apa lah,” terangnya.

Rita Matu Mona hadir dalam acara MRT2017 di Medan, guna mengisi beberapa kelas, seperti diakusi dan work shop teater. Rita mengatakan acara MRT, harus terus berkesinambungan, tetapi dengan tema, tidak baca lagi, namun karya.

“Mungkin pada acara berikutnya saya belum tentu hadir, tapi saya minta pada acara tahun depan temanya ‘Karya’. Tolong beri tahu saya updatenya,” kata Rita.

TENTANG RITA
Rita Matu Mona (53). Aktris andalan grup Teater Koma pimpinan Nano Riantiarno ini termasuk salah satu dari sedikit perempuan aktris teater di Indonesia yang tetap setia melakoni hidup sebagai pemain teater. Sejak mengenal teater pada usia 11 tahun, hingga kini sudah 40 tahun Rita bergelut di dunia teater.

Pada 2005 lalu Rita Matu Mona mendapatkan penghargaan dari Musium Rekor Indonesia (MURI) sebagai “Pemain yang Tidak Pernah Digantikan Pemain Lain dalam pementasan naskah Sampek-Engtay yang dipentaskan Teater Koma”.

Rita mengenal dunia teater sejak usia 11 tahun, yaitu sewaktu ia menjadi salah satu pemain dalam lomba sandiwara radio di Radio Republik Indonesia (RRI). Mewakili RRI Jakarta dengan mementaskan naskah Bunga Cinta Bunga Duka dan disutradari Jhon Simamora, saat itu Rita terpilih sebagai Pemain Cilik Terbaik Kedua.

Setelah itu Rita bergabung dengan Kelompok Teater Remaja yang dipimpin seniman Kasim Ahmad. Rita makin serius berteater setelah bergabung dengan Teater Koma pimpinan Nano Riantiarno pada 1980.

Selama 30 tahun berkarya bersama Teater Koma, Rita sudah memainkan kurang lebih 100-an naskah karya Nano Riantiarno dan naskah adaptasi karya penulis dunia. Rita juga ikut “menikmati manis-getirnya” perjalanan Teater Koma.

Termasuk pada saat-saat Teater Koma dilarang pentas pada era Orde Baru. Naskah-naskah asing yang diadaptasi Nano Riantiarno dan ikut dimainkan Rita Matu Mona antara lain Roman dan Julia (Shakespeare), Tiga Dewa dan Kupu Kupu (Bertold Brecht), Orang Kaya Baru (Moliere), Raja Ubu ( Alfred Jari), Tenung (Arthur Miller), dan Opera Binatang (George Orwel). (aba/gr)