Foto: Reog Ponorogo. (ar)

PONOROGO – Sambut perayaan Grebek Suro 2017, puluhan group reog mengikuti parade Reog Obyok yang digelar di depan Paseban Alun-Alun Ponorogo, Sabtu (02/09/2017). Parade diikuti 40 dadak merak, 80 penari jathil dan 20 penari bujangganong. Selain itu, kegiatan ini juga untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Ponorogo yang ke 521.

“Ini sebagai apresisasi kesenian asli kita. Reog obyok ini berada di lapisan masyarakat, bahkan di setiap desa memiliki reog obyok ini, kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Ponorogo, Sapto Jatmiko ditengah-tengah pagelaran seni reog obyok.

Sapto Jatmiko mengatakan, Reog obyok merupakan tradisi yang paling awal ada di Ponorogo. “Sehinga kita harus tahu bahwasanya masyarakat Ponorogo memiliki reog yang asli tradisi ini, dan untuk itu kita apresisasi melalui pagelaran masal ini,” bebernya.

Foto: Peserta Grebek Suro 201 Ponorogo. (ar)

Dalam tampilan reog obyok yang biasa dimainkan di jalan atau di tanah lapang ini, Sapto Jatmiko menyebut adanya tiga unsur yaitu dadak merak, penari bujangganong dan penari jathil. Tentunya ini berbeda dengan reog festival dimana selalu ada tambahan untuk pemain atau penari Klonosewandono dan warok.

Sapto menyebut, sengaja pihaknya hanya mengeluarkan sejumlah 80 penari jathil, 40 dadak merak dan 20 bujanganong, lantaran menurutnya jika semua group reog yang ada di Ponorogo dikeluarkan jumlahnya bisa mencapai ribuan, karena hampir di setiap desa memiliki group reog obyok.

Penampilan reog obyok yang baru pertama kali digelar ini berangkat dari 4 titik penjuru yaitu, dari Jenes, Tambakbayan, Ngepos dan Jalan Raden Saleh.

Ribuan penonton tumpah ruah memadati jalan Alun-Alun utara. Tak hanya dari wilayah Kabupaten Ponorogo saja, bahkan sejumlah warga dari beberapa kota di pulau Jawa sengaja datang ke Ponorogo untuk menyaksuikan peglaran seni reog obyok ini.

“Sangat mengagumkan, pernah melihat reog tapi tidak di Ponorogo, hari ini saya bisa melihat secara langsung kesenian reog di kota asalnya yaitu Ponorogo, ini merupakan kebanggan bagi kami,”  ujar  Farah Dila warga Pekalongan, Jateng,  yang sengaja datang langsung ke Ponorogo untuk melihat secara langsung adanya pegelaran kesenian reog ini. (Rayza Nirwan/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR