Foto: Aliansi/aku/kamu/kita/mereka. (ist)

YOGYAKARTA – Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) melalui Ruang Seni Rupa PSBK pada tahun 2017, mengaktualisasikan kekuatan kesenian, seniman, dan konsep kuratorial PSBK melalui proses kolaborasi antar seniman serta masyarakat apresiator yang hadir dengan penciptaan karya rupa ‘bertumbuh’ (Project Rupa Tumbuh 2017).

Melalui proses fasilitasi penciptaan karya yang akan berjalan selama kurang lebih satu bulan, tema sekaligus judul dalam proses peristiwa rupa tumbuh kali ini adalah Ruang Seni Rupa PSBK Edisi Oktober 2017, ‘ALIANSI: aku/kamu/kita/mereka’.

Batas yang membedakan antara aku, kamu, kita, mereka, hanya berada dalam pikiran kita. Batas yang tidak nampak, tetapi mempunyai efek yang nyata. Batas tersebut juga mempengaruhi atau menentukan cara kita bersikap dan bertindak. Baik terhadap diri kita maupun yang ada sekitar kita. Sering kita tidak memiliki kuasa untuk menentukannya atau membuatnya. Justru ada pihak-pihak di luar diri kita yang tanpa sepengetahuan atau seizin kita, yang melakukannya. Kita hanya tinggal mematuhi dan menjalankannya.

Namun, bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa atas hal tersebut. Kita sangat bisa mengganti, menghapus, atau menawar batas tersebut. Dasarnya adalah kepentingan atau kebutuhan kita sendiri, baik atas diri sendiri ataupun atas apa yang berada di sekeliling kita, juga cara kita melihat dan menghargai diri kita sendiri, sebagai bagian dari sesuatu yang lebih besar dari kita sendiri.

RSR kali ini akan menggagas tentang batas tersebut. Sebagai bagian dari program Seniman Pasca Terampil yang sudah berlangsung selama kurang lebih 7 bulan, mereka sebagai peserta program sudah sering harus menawar dan menggeser batas-batas tersebut sebagai bagian dari dinamika kelompok: antar peserta, peserta dengan PSBK, peserta dengan masyarakat yang mereka jumpai selama berada dalam program. Caglar Kimyoncu, seniman Inggris yang sedang menjalani program residensi di PSBK, juga terlibat dalam proses ini.

Dengan demikian, batas di satu sisi, semakin mudah terbangun, mengingat unsur-unsur pada kelompok semakin beragam. Namun, di sisi lain, ini adalah kesempatan yang baik untuk meluaskan pemikiran dan menambah referensi mengenai keberagaman.

Seniman yang berkolaborasi dalam ALIANSI: aku/kamu/kita/mereka adalah, Ahmad Abdushomad (Seni Teater), Andrik Musfalri (Seni Rupa), Galuh Tulus Utama (Seniman Teater), Hangga Uka Hattameazza Nasqhimenta A.P. (Seniman Tari), Endang Setyaningsih (Seni Tari), Rafika Dian Angraini (Seni Rupa),.

Pelaksanakan riset dan konsep pameran ini merupakan hasil kolaborasi dengan semangat membangun jembatan antar budaya dua negara. Dalam hal ini, PSBK mengucapkan terima kasih kepada Caglar Kimyoncu, seniman dari Inggris, peraih program Residensi British Council 2017 yang telah melaksanakan residensi selama satu bulan di PSBK.

‘ALIANSI: aku/kamu/kita/mereka’ Ruang Seni Rupa Edisi Oktober 2017, yang didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation, akan dilaksanakan pada 14 Oktober 2017 – 17 November 2017, di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, Ds. Kembaran Rt.04-05, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. (***/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR