MEDAN – Proses latihan ‘Rapel Pensiun’ karya Andi MS sutradara Ayub Badin yang akan ditampilkan Teater Imago Medan pada 8 Mei, Pukul 15.00 WIB di Gedung Utama TBSU, Jln Perintis Kemerdekaan No 33 Medan, sudah masuk bagian blocking.

Bagi sang sutradara Ayub Badrin  pementasan kali ini cukup istimewa, sebab pementasan ‘Rapel Pensiun’ sebagai kenangan bagi pendiri tokoh teater Medan (alm) D. Rifai Harahap yang juga pendiri Teater Imago Medan.

“Pementasan ini aku persembahkan untuk mengenang guruku,  D. Rifai Harahap. Dia adalah sosok teladan bagi dunia teater di Medan juga di Sumatera Utara. Dia tidak pernah menyerah membangun dunia teater,” kata Ayub Badrin, Kamis (19/4/2018).

Aktor dan tokoh teater Medan dari Teater Nasional Medan (TENA) Yan Amarni Lubis mengatakan, beliau (D. Rifai Harahap-red) adalah salah seorang ‘suhu’ku di dunia teater. Bahkan dalam banyak hal.

“D. Rifai Harahap  tak segan menegur keras saat bila melakukan suatu kesalahan berlakon di pentas. Siap ini  sebagai jalan menuju ke pematangan diri,” Yan Amarni.

Menurut Yan, temperamentalistik D. Rifai Harahap itu pernah berlaku buatku, semisal dalam garapan naskah ‘Raja-Raja’, karyanya, di Gedung Utama TBSU (80an), dan ‘Sarindan’ karya Z.Pangaduan Lubis, di Teater Arena Taman Ismail Marzuki Jakarta (1982). Kedua reportoar tersebut disutrdarai langsung oleh D. Rifai Harahap.

Tahun 1972 D. Rifai Harahap mendirikan Teater Imago Medan beserta dua teman baiknya, Hartono dan Alex. Dengan tujuan antara lain, melahirkan aktor-aktor andal.

“Nah, meski aku lebih di Teater Nasional (TENA) Medan, akan tetapi saat aku memperoleh predikat Aktor Terbaik I, justru membawa bendera Teater Imago,” kenang Yan  yang saat itu  juga menyabet Sutradara Terbaik I, Buoy Hardjo (alm), pada Festival Drama Kota Medan, 17 Jan hingga 18 Peb 1978 di Tapian Daya Medan.

“Kala itu kami mengangkat naskah berdurasi panjang ‘Dag Dig Dug’ karya Putu Wijaya. Pelakon lainnya, Zannah, alm Ady Fala dan S. Yono, serta sentuhan make-up karakter dari ahlinya, Donny Trisno Suhaimy (alm),” papar Yan.

Di era 70an, Derifhara (nama pena D. Rifai Harahap-red)  pernah dilibatkan sutradara film Jakarta (Matnoor Tindaon) untuk ikut berperan dalam film garapannya berjudul Pencopet, mendampingi aktor ternama Sophan Sophiaan dan Widyawati, berlokasi syuting antaranya di Titi Gantung Stasiun Besar Kereta Api Medan dan Stasiun Bus Sibualbuali di Jalan Bintang Medan.

D. Rifai Harahap Wafat pukul 11 Siang pada Selasa 29 November 2016 di kediamannya di Jalan Pembinaan, Dusun 3, Desa Bandar Setia, Kec. Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara.  Karena suatu penyakit yang telah lama dideritanya. Dan dikebumikan pada hari yang sama, ba’da Ashar, di pekuburan Muslim, yang lokasinya lumayan jauh dari rumahnya.

“Meski beliau telah tiada, tapi hari ini, 17 April 2018, di usianya persis 74 tahun, kurasakan ia masih terus menyemangatiku berkesenian. Kalau kau mau besar Yan, jangan sekali-kali mengecilkan orang lain, itu pesannya yang hingga kini masih kuresapi,” kata Yan.

RAPEL PENSIUN

Lantaran tak pernah merasakan pesta perkawinan, Syaiful Bahri atau Wak Ulong, yang mantan Sekda itu bermaksud memestakan ulang tahun perkawinannya. Sebab dulu, Karena tak direstui orangtua, mereka kawin lari dan tak pernah pesta hingga lahirlah, Asih dan Danang.

Namun Wak Ulong terkenal pelit medit di kampungnya ini, sempat membeli seekor kerbau kepada si Poltak tapi masih mengutang. Wak Ulong akan membayar besok setelah dirinya menerima rapel pensiun sebesar Rp 50 juta.

Sayang karena selama ini tak bergaul dan pelit, pesta Wak Ulong, diboikot orang kampung. Tak ada satu orangpun yang mau datang. Jika pun ada yang datang, adalah si Tambi, mualaf yg baru masuk Islam.

Tidak disangka ternyata kerbau yang dibeli Dari si Poltak adalah curian. Habislah Wak Ulong. Sudah tak ada tamu yang datang, diapun harus berurusan sama polisi. Yang paling disesalkannya adalah rapel pensiun yang dipertaruhkannya buat membiayai pestanya ini. (a2k/gr)

Tiket:
+62 852-7723-8402

TINGGALKAN KOMENTAR