Foto ilustrasi bukit kelam sintang (ist)

POTENSI objek wisata di Sintang sangat menjanjikan bila tergarap dengan baik. Pengelolaan wisata mesti terkonsep dan bersinergi. Demikian dikatakan Pejabat Bupati Sintang, Alexius Akim.

Foto ilustrasi bukit kelam sintang (ist)
Foto ilustrasi bukit kelam sintang (ist)

“Mengelola pariwisata jangan terganjal ego sektoral,” kata Akim.

Akim mengatakan, mengelola pariwisata tidak akan mampu jika hanya dibebankan kepada, Dinas Pariwisata. Tetapi perlu lintas instansi, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial. Seluruh intansi mesti dapat bersinergi agar tempat wisata dapat maju. “Misalnya menanamkan pola pikir di masyarakat. Ini bisa dimulai dari sekolah. Ini tugas Disdik. Bayangkan kita punya batu terbesar di dunia, Bukit Kelam,” bebernya.

Kemudian Akim juga berpendapat, banyak potensi penarik wisatawan agar betah berkunjung ke Bukit Kelam. Misalnya penyediaan rumah tinggal. “Buat bedah rumah. Dinsos misalnya dapat turun lihat apakah rumah warga layak atau tidak,” katanya.

Selain Bukit Kelam, masih banyak objek wisata lainya yang sangat berpotensi. Namun minimnnya akses, sehingga belum tergarap maksimal. Akim menilai dengan APBD Sintang yang cukup besar, mampu membiayai fasilitas yang dibutuhkan.

BUKIT KELAM

Tidak banyak yang tahu bahwa Bukit Kelam yang terletak 20 Km dari kota Sintang, Kalimantan Barat adalah sebongkah batu raksasa yang monolit, sehingga sering diklaim sebagai baru terbesar di dunia. Karenanya Bukit Kelam sangat berpotensi dikembangkan sebagai daerah tujuan wisata yang unik.

Sebagai sebongkah batu raksasa, Bukit Kelam menawarkan pemandangan alam yang eksotis. Selain terdapat air terjun yang airnya dimanfaatkan penduduk setempat untuk mengairi sawah, gua alam yang dihuni oleh ribuan kelelawar, juga terdapat tumbuhan langka seperi Kantong Semar Raksasa yang dapat digunakan sebagai wadah untuk menanak nasi dan jika beruntung anda dapat melihat Anggrek Hitam yang sedang mekar. Pada puncak bukit juga terdapat gua alam yang menjadi sarang ribuan burung walet.

Bukit setinggi 990 M ini membuka diri bagi para pencinta alam untuk mendaki ke puncaknya. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk mencapai puncak Bukit Kelam, yaitu melalui rangkaian tangga besi yang berada di sisi barat bukit atau bagi yang hobi panjat tebing silahkan mencoba menu tebing batu yang berdiri tegak hampir 90 derajat di sebelah selatan. Puncak bukit merupakan tempat ideal bagi olah raga terbang layang gantole maupun paralayang.

Keberadaan Bukit Kelam yang seolah-olah teronggok di sebidang tanah lapang sejalan dengan legenda yang menaunginya. Konon Bukit Kelam adalah sebongkah batu yang dipikul oleh seorang tokoh sakti bernama Bujang Beji dari daerah Kapuas Hulu untuk membendung sungai Kapuas di pusat kota Sintang. Karena sesuatu hal, tali pengikat batu yang terbuat dari rumput putus sehingga batu yang dipikul Bujang Beji jatuh di kawasan lembah yang bernama Jetak.

Kalau saja Bukit kelam tidak jatuh dan Bujang Beji berhasil membendung sungai Kapuas untuk menangkap ikan, tentulah Sintang sudah menjadi danau raksasa dan Sungai Kapuas menjadi kering hingga ke hilirnya. Untung saja hal itu tidak terjadi. Ada juga teori yang menyebutkan bahwa Bukit Kelam adalah sebuah batu meteor yang jatuh jutaan tahun lampau. Hal ini diperkuat dengan kontur tanah menuju Bukit Kelam dari arah Sintang yang bergelombang seakan terdorong oleh bukit Kelam yang jatuh ke bumi dari arah berlawanan. (gr/berbagai sumber)

TINGGALKAN KOMENTAR