Foto: fosil kayu (ist)

POHON Pulai sering dianggap sebagai pohon keramat yang dihuni Roh-roh halus, bentuk pohon menyerupai pohon penghasil getah karet dan biasa tumbuh didaerah kering dengan tinggi pohon mencapai 50 meter lebih. Diameter batang mencapai dua meter.

Foto: fosil kayu (ist)
Foto: fosil kayu (ist)

Jika berbicara pohon Pulai, warga Samarinda justru menemukan fosilnya jauh sebelum ramai para pemburu batu akik. Fosil kayu pulai di temukan oleh warga di tepian sungai Galinggang Desa Bentuas Kecamatan Palaran Kota Samarinda Kalimantan Timur pada (Koordinat 00o-36 ‘ lS 117o 11 BT) terkubur dalam endapan tufa berwarna kuning. Fosil kemudian di angkut ke museum kayu di kebun raya Samarinda sekitar 17 Km dari loksi penemuan fosil tersebut.

“Fosil kayu ini di temukan warga Galinggang sekitar 4 tahun lalu dan langsung di bawa ke Kebun raya Samarinda,” kata petugas taman Wisata Krs Samarinda yang enggan di sebutkan jati dirinya, Samarinda, Sabtu (12/3/2016).

Keberadaan Kebun Raya Samarinda ternyata bukan hanya menarik minat pelancong dari kotaTepian. Para wisatawan dari sekitar Kota Tepian ikut “merapat” ke area wisata tersebut, misalnya dari Kota Bontang dan Sanggata pun kepicut. Kebanyakan pengujung bukan hanya ingin melihat fosil kayu ribuan tahun silam tersebut, tapi juga ingin menyaksikan langsung hewan langka yang di lindungi misalnya burung Cendrawasih dan beruang Madu.

Pepohonan rindang membuat lingkungan hijau Kebun raya Samarinda tampak teduh. Kondisi demikian dimanfaatkan beberapa pengunjung untuk bersantai dengan menggelar tikar di bawah pepohonan rindang sambil menyantap makanan yang mereka bawa dari rumah masing-masing.

Informasi yang di terima gapuranews.kaltim bentuk kayu Pulai batangnya lurus berwarna kelabu, daunnya rimbun berwarna hijau mengkilat serta melebar kesamping jadi sangat cocok bila dijadikan sebagai pohon peneduh.

Sifat kayunya lunak, berwarna kuning keputihan dan mudah melengkung bila digunakan untuk bahan bangunan, untuk itu secara umum Kayu Pulai hanya cocok untuk dibuat perkakas rumah tangga seperti, ukiran-ukiran. Jika di padukan dengan fosil yang di temukan warga Samarinda sama persis dengan fosilnya warnanya kuning.

Dalam pengobatan herbal Pohon Pulai dapat dimanfaatkan getahnya untuk digunakan mematangkan bengkak pada kulit. Kulit Pulai untuk obat radang tenggorokan, dan Daunnya untuk obat demam, penurun tekanan darah, diabetes, nyeri dibagian dada dan mengurangi rasa sakit.

Menurut kepercayaan banyak orang Pohon Pulai biasanya dihuni oleh Raja Jin, dan biasanya dibagian tengah dari pohon ini digunakan untuk menyimpan mustikanya, sedang dalam dunia metafisika Kayu Pulai dianggap mempunyai daya potensi supernatural yang berguna untuk menolak energi negatip dalam rumah atau pekarangan, dan mengobati kesurupan dan mengusir roh-roh jahat dengan cara dicambukkan pada badan korban. (Fajar Fahrudin/gf)

TINGGALKAN KOMENTAR