sungai-kampar-surfing

Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan Pemprov Riau serta KementrianPariwisata Ekonomi Kreatif terus gencar mempromosikan Gelombang Bono yang berada di Sungai Kampar di Kecamatan Teluk Meranti sebagai wisata nasional dan internasional. Apalagi pada pelaksanaan event wisata Bono pada Ahad kemarin (27/11), para peselancar dunia dan peselancar nasional bermain surfing di atas Gelombang Bono yang kemudian diabadikan sebagai bahan promosi.

“Kita bersyukur, fenomena gelombang Bono yang selama ini menakutkan akan dijadikan wisata tempat bermain surfing bagi peselancar dunia. Gelombang yang mirip Tsunami yang lintasannya 30 km itu ternyata telah menarik perhatian para peselancar manca negara,” terang Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Pelalawan, Drs H Baktiar Ismail, pada wartawan di Pangkalan Kerinci, Senin (28/11), tulis semenanjung.com.

Bakhtiar menerangkan bahwa Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selama dua hari yakni pada Ahad-Senin kemarin (27-28/11) telah melakukan upaya dokumentasi fenomena alam Bono di Teluk Meranti. Sebelumnya, empat (4) menteri yang dijadwalkan hadir namun karena berbagai kesibukan sehingga kehadiran mereka diwakili oleh departemen.

Begitu juga rombongan pemerintah provinsi dipimpin Wakil Gubernur Mambang Mit, Bupati Pelalawan HM Harris dan pejabat Pemda Pelalawan lainnya ikut hadir menyaksikan surfing yang melibatkan peselancar dunia. Untuk menuju lokasi Bono yang berada di Sungai Kampar Kecamatan Teluk Meranti, maka para wisatawan dapat menempuhnya dengan menggunakan transportasi darat dari Pekanbaru ke Pangkalan Kerinci yang berjarak kurang-lebih 70 km.”Perjalanan itu dapat ditempuh dengan waktu perjalanan 1,5 jam, kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Teluk Meranti melalui Kecamatan Bunut lebih kurang perjalanan dapat ditempuh dengan waktu 4 jam,” katanya.

Selain itu, sambungnya, perjalanan juga dapat dilakukan menggunakan sarana transportasi air. Jika menggunakan transportasi air, maka dari Pangkalan Kerinci atau Pelabuhan di jembatan Pangkalan Kerinci, kita bisa menggunakan speedboat ke Desa Pulau Muda.
“Untuk sampai ke sana, maka waktu tempuhnya sekitar 2 jam dengan menggunakan speedboat yang besar dengan kapasitas mesin 200 PK, yang muatnya kurang-lebih 50 orang,” ungkapnya.

Dikatakannya, bagi dunia peselancar atau para surfer maupun wisatawan dari luar, Bono Kampar adalah sebuah penemuan yang mengagumkan. Bahkan para peselencar duniamengungkapkan luar biasa untuk “Bono Kampar”, seperti diungkapkan oleh Chris Mauro dalam tulisannya yang  dimuat GrindTV.com.

“A dreamlike wave found in an Indonesian river is stunning surf world (sebuah gelombang impian yang ditemukan di salah satu sungai di Indonesia memukau dunia selancar),” ujar Bachtiar membacakan tulisan Mauro yang merujuk pada apa yang ia sebut ‘penemuan luar biasa’ oleh tim ekspedisi Rip Curl baru-baru ini, yang menurutnya “mungkin tak tertandingi”.

Ditambahkannya, tujuh peselancar dunia yang  mengadakan atraksi selancar di lintasan ombak Bono sepanjang 30 Km yakni Giancarlo Avancini (Italy), Stefan Friedrich Vogel (Jerman), Tony Copley (Australia), Eddy Morgan (Australia), Jimmy Visser (Afrika Selatan), Jhon Huntington (Australia) dan Peter Hoo (Singapura). Selain itu, Departemen Pariwisata juga  menghadirkan 8 orang peselancar nasional. (gr)

Teks foto ilustrasi: Selancar di Bono, Kampar (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR