Foto ilustrasi pameran Misbach Tamrin (ist)

PERUPA Misbach Tamrin menggelar pameran luskiannya sebanyak 65 karya lukisan di Galeri Nasional mulai Sabtu (21/11/2015) hingga Senin (30/11/2015) mendatang. Pameran yang mengangkat tema ‘Arus Balik’ ini merupakan pameran tunggal perdana Misbach Tamrin setelah 57 tahun berkarya.

Foto ilustrasi  pameran Misbach Tamrin  (ist)
Foto ilustrasi pameran Misbach Tamrin (ist)

Tema Arus Balik diambil dari salah satu judul novel Trilogi Pram. Karya lukis Misbach banyak menyoroti tentang tema kelautan yang menjadi ranah obyek orientasi tanah air yang paling utama. Serta tema tentang peristiwa ’65, seiring dengan tekad melawan lupa.

“Setting tema pameran karya lukisan kali ini memuat nuansa dua alur arus balik dalam pikiran saya yang dimanifestasikan, berdasarkan pengalaman hidup saya, menyangkut fenomena tanah air,” kata Misbach.

Kepala Galeri Nasional Indonesia Tubagus Andre Sukmana menuturkan Misbach Tamrin merupakan seniman yang telah malang melintang di dunia seni dan konsisten mengusung tema sosial dengan gaya tersendiri.

“Tentu jam terbang berkesenian yang telah menggunung serta pengalaman hidupnya yang penuh liku membuat karya ciptannya menjadi kaya makna dan menjadi bagian sejarah perjalanan seni rupa,” tuturnya.

Pameran Tunggal Perdana Misbach Tamrin ‘Arus Balik’ juga diramaikan dengan diskusi buku pada Minggu (22/11). Yakni Berlayar di Tengah Badai Misbach Tamrin dalam Gemuruh PolitikSeni karya Hairus Salim dan Hajriansyah, serta buku berjudul Realisme Revolusioner yang dipandu oleh pembicara Hajriansyah (Penulis) dan Amarzan Lubis, dengan pembahas Hardi dan Sulistiyono Hilda. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR