MEDAN – Di artefak-artefak yang ada di museum Situs Kota Cina Medan, kita bisa melihat sejarah kehidupan di abad 11 hingga abad 21 ini.

Hal itu dikatakan Agus Susilo, Ketua Teater Rumah Mata, Medan, Senin (10/9/2018).

Jejak kehidupan yang ada di bawah tanah Situs Kota Cina, Paya Pasir, Medan Marelan pada 10 abad silam terdapat di berbagai elemen artefak, yaitu: batu (arca, lingga yoni, candi, nisan), kayu (kapal), tanah (tembikar, bata, keramik), kaca (manik-manik), logam (perunggu, emas, tembaga) lalu kisah-kisah mereka dihadirkan dalam gerak dan ekspresi di panggung.

“Artefak-artefak di situs kota cina selalu berkaitan dengan ritual yang dilakukan di candi. Lalu terekam juga pada artefak di museum situs kota cina, kisah kejayaan dan kehancuran suatu peradaban. Dari sini kita bisa belajar sejarah tentang berdirinya sebuah kota kosmopolitan, jauh sebelum kota medan berdiri,” ujar Agus.

Lewat pertunjukan Repro-Diksi Tanda lanjut Agus  mereka bisa belajar salah satu sumber jejak-jejak peradaban Kota Medan yang kini  telah kehilangan spirit identitasnya. Kebudayaan Karo, Melayu, India dan Cina mewarnai kehidupan hingga artefak2 ini ada di situs kotta cinna. Harmonisasi pembauran berbagai kebudayaan inilah yang memelihara ekosistem kehidupan ini.

Lalu apa jadinya bila pembangunan tidak memperdulikan keharmonisan ekosistem kehidupan? Akan terjadi kehancuran. Begitulah akhirnya pertunjukan Repro-Diksi Tanda. Manusia-manusia timbul tenggelam dalam Kota Sampah.

“Presiden Pertama kita (Ir. Soekarno) pernah mengucapkan: Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah!!!” jelasnya.

Ucapan itu bukan sekedar omong kosong belaka. Karena bangsa yang mudah dijajah adalah bangsa yang melupakan sejarahnya sendiri. Bangsa yang kehilangan identitas. Bangsa yang buta dan tuli dengan eksistensinya.

Pertunjukan Repro-Diksi Tanda sarat dengan pelajaran sejarah, humanisme, kebudayaan, sosial, religi,  wisata dan bahasa.

“Maka mari kita rayakan kehadiran artefak-artefak Situs Kota Cina abad 11 silam di atas panggung untuk mengenal betapa kayanya kita sebagai pewaris Nusantara,” sambungnya.

Kita meng *ada* bersama di sini:

*PEKAN PERADABAN*
18-23 September 2018
Taman Budaya Sumatera Utara, Jl. Perintis Kemerdekaan No. 33 Medan.

Ada berbagai Kegiatan Budaya yang bukan sekedar hiburan, namun kental dengan muatan edukasi, baik itu seni, sejarah, antropologi, arkeologi, sosial, wisata dan ekonomi kreatif.

1. Pertunjukan Teater Artefak *Repro-Diksi Tanda*
2. Pameran Museum Situs Kota Cina
3. Parade Instalasi
4. Pagelaran Budaya (Melayu, Karo, Batak, India, Cina)
5. Orasi Penemu Situs Kota Cina: *Dr. Edward Mckinnon*
6. Workshop Teater
7. Belajar Membuat Tembikar
8. Lomba Mewarnai Tembikar
9. Lomba Mewarnai dan Menggambar
10. Lomba Cipta dan Baca Puisi, Tema Peradaban.

*Hadirlah Sebagai Pewaris Nusantara* rel

TINGGALKAN KOMENTAR