Foto: Teater Bunga jakarta saat latihan di TIM. (ist)

JAKARTA – Teater Bunga Jakarta, pimpinan Herman Sepu, akan mengangkat naskah drama ‘Perguruan’ karya Wisran Hadi untuk ditampilkan di Gedung Serba Guna Taman Budaya Raden Saleh Semarang pada tanggal 29 September mendatang.

Agenda pentas yang bertajuk ‘Silaturrahmi Budaya’ ini merupakan anjangsana pertunjukan Teater Bunga dengan melibatkan lebih dari 30 orang pemain. Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Teater Bunga Jakarta dengan Dewan Kesenian Semarang.

Karya pemenang lomba penulisan naskah drama Dewan kesenian Jakarta tahun tahun 1978 ini dipilih untuk dipanggungkan karena konten yang dibawanya memang kontekstual dengan peristiwa yang kini tengah terjadi di negeri ini.

Mengangkat kembali peristiwa yang berlatarkan peristiwa sejarah ke dalam seni pertunjukan, khususnya teater, tentulah sebuah usaha yang tidak gampang. Banyak hal yang mesti dikaji-ulang agar esensinya yang disampaikannya tidak menyimpang.

Beberapa lembaran referensi tentang ini mesti dibalik lagi untuk melengkapkan ungkapan dramatiknya melalui pertunjukan. Tentu saja telaahan naskahnya tidak sekedar. Dengan begitu kesesuaian peristiwa akan komunikatif serta dapat bermanfaat bagi penonton.

“Barmain dalam lakon ‘Perguruan’ karya Wisran Hadi ini cukup menentang. Terkait itu, kami dan kawan-kawan cukup lama latihan di teater besar belakang di TIM. Usai ini, mungkin akan tampil di Malang, Yogya dan Indarung, Sumatera Barat,” kata aktor Surya Dharma, Senin (25/9/2017).

Foto: Poster ‘Perguruan’ Teater Bunga Jakarta. (ist)

SINOPSIS

‘Perguruan’, menceritakan konflik internal yang terjadi di Tanah Minang. Dua kekuatan bersitegang dengan mengatas namakan kebenaran akan nilai-nilai. Cerita bermula dari kedatangan Haji Miskin, Haji Piobang, dan Haji Sumanik setelah kembali dari tanah suci.

Era Baru kehidupan dimulai. Benturan yang terjadi antara kaum adat dan agama dengan kekusutannya akhirnya berubah menjadi perang saudara yang panjang dan kemudian berujung dengan meletusnya Perang Padri dikemudian hari. Tuangku Koto Tuo (Guru), melindungi Haji Miskin yang di kejar-kejar kaum adat karena telah membakar balai adat. Muridnya sendiri, Tuanku Nan Renceh, salah seorang dari tokoh Harimau nan Salapan berusaha membujuk Guru karena dia sepikiran dengan Haji Miskin.

Dialog Nan Renceh denganTuangku Koto Tuo tak menemukan titik temu. Benturan besar tak terelakkan. Selain jadi penyaksi, Tuanku Koto Tuo (Guru) pun akhirnya menebus sikapnya yang dialektik itu dengan risiko yang besar atas kematian Istri dan kedua anaknya.

TEATER BUNGA MENUJU SEMARANG

Teater Bunga, sebuah group teater yang konsern bergerak di bidang seni pertunjukan. Grup ini berdiri tahun 1997 di Kelurahan Rawa Bunga, Kober, Jati Negara, Jakarta Timur. Kelompok ini terbentuk secara kekeluargaan dan berusaha menciptakan edukasi kreatif seni dan budaya bagi generasi muda.

Pada produksi kali ini, Teater Bunga muncul dengan format baru. Dengan maraknya dunia internet, khususnya media sosial, maka dimanfaatkan media ini untuk menjaring para pemain. Satu per satu direkrut untuk memproduksi naskah Perguruan ini. Kekeluargaan terbangun melalui proses latian dan edukasi kreatif yang menjadi dasar untuk itu tercipta di sini.

Dari proses semacam inilah gerak kreatif latihan Teater Bunga melakukan usaha produksi tanpa kenal lelah. Para pemain yang terlibat sebagian besar adalah generasi muda yang baru kali ini bergabung di teater dan tentunya belum memiliki banyak pengalaman.

“Proses latihan saja sudah merupakan perjuangan, tentu untuk pertunjukan nanti kita akan berusaha untuk mencapai hasil yang maksimal”. Demikian diungkapkan Surya Dharma Nasution, pemain yang akan memerankan tokoh Guru dalam pertunjukan ‘Perguruan’ yang akan berpentas di Semarang.

KE SEMARANG

Rombongan Teater Bunga akan berangkat menuju Taman Budaya Raden Saleh Semarang. Kota ini adalah tujuan pertama anjangsana ‘Silaturrahmi Budaya’ Teater Bunga dan Dewan Kesenian Semarang adalah mitra yang berkelapangan hati menerima dan menyambut dengan hangat.

”Kami amat senang dikunjungi orang-orang kreatif dari Jakarta, apalagi untuk menyiapkan produksi teater bagi Semarang”. Demikian ungkap Hendry TM, Ketua Dewan Kesenian Semarang, sebagaimana dituturkan Bhakti yang merupakan team artistik Teater Bunga ketika survey gedung di Taman Budaya Raden Saleh.

Pementasan ‘Perguruan’ karya Wisran Hadi ini disutradarai oleh Herman Sepu yang melintang telah memilih teater dalam hidupnya dengan astrada Irul Kimbo. Penata Musik dalam pertunjukan ini Iraf, Artistik Herman, Dokumentasi Andree Rangga dan akan melibatkan jumlah rombongan hampir 40 orang.

Pementasn ini akan berlangsung di Gedung Serbaguna, Taman Budaya Semarang tanggal 29 September 2017, pukul 19.30. Bagi yang dekat dengan lokasi pertunjukan jangan sampai ketinggalan. (lr/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR