TERHARU, itu sudah pasti. Berita meninggalnya beredar di jejaring sosial. Dalam sebuah grup yang anggotanya seniman dan wartawan itu pun dibincangkan, tapi tak ada yang tergerak untuk menulisnya di media masing-masing. Dicari di google, tak ditemukan. Almarhum meninggal dunia sekitar pukul 09.00 WIB di di RSUZA Banda Aceh, Rabu (2/4/2014).

Barulah pukul 02 April 2014 – 12:26 pm atjehpost.com menulis tentang meninggalnya penyair menjadi bahagian dari lebih 200 penyair yang berasal dari 30 negara yang akan ikut dalam World Congress Of Poets ke 33 di Bardaraya Ipoh – Perak Malaysia 20 – 25 Oktober 2013 ini.

Penyair bukan artis, bukan pula politisi, kepopuleran penyair hanya dikenal dikalangannya sendiri. Dia seorang seniman, yang setia dengan dunia yang digelutinya. Itulah sebabnya, Gapuranews, sulit mendapatkan informasi simpang-siur meninggalnya penyair terkemuka dari Aceh ini.

Doel CP Allisah
Doel CP Allisah

Kepergian Bang Doel, demikian ia biasa disapa oleh rekan mau pun para juniornya, dibenarkan oleh sahabatnya Saiful Bahri, yang juga para pegiat sastra di Aceh, tulis atjehpost.com, edisi, Rabu (2/4/2014).

“Ia orang yang sangat peduli pada perkembangan sastra di Aceh, selain itu juga pendokumentasi baik karya atau biodata sastrawan Aceh,” katanya kepada atjehpost.com melalui telepon siang ini.

Rumah Bang Doel, kata Saiful, jadi pusat dokumentasi untuk menyimpan berbagai hasil karya para sastrawan Aceh. Pagi tadi pria kelahiran Banda Aceh 3 Mei 1961 itu akhirnya mengembuskan nafas terakhirnya. Selama ini kata Saiful, Doel CP Allisah memang menderita penyakit diabetes mellitus.

doel-2
Doel CP Allisah

“Karya fenomenalnya adalah kumpulan puisi Kutaraja – Banda Aceh, yang menceritakan tentang masa lalu Banda Aceh, masa kehancuran setelah tsunami dan masa-masa Banda Aceh bangkit kembali,” kata Saiful.

Para pegiat literasi di Aceh katanya sangat kehilangan atas kepergian sosok yang dikenal dekat dengan berbagai kalangan itu.

Doel CP Allisah adalah pendiri Aliansi Sastrawan Aceh. Ia merupakan suami Nani HS, wartawan Serambi Indonesia.

Di Blog Doel Menulis

Di lahirkan di Banda Aceh 3 mei 1961. Menempuh pendidikan di SDN-1 Sigli, SMPN-1 Sigli, Sekolah Pengamat Kehewanan Saree, SMA Padangtiji, P2DK dan FKIP Universitas Syiahkuala Banda Aceh , kemudian total hidup sebagai penulis.

Anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI Aceh 1983 -1996) ini, punya pengalaman sebagai Jurnalis antaranya, Redaktur Budaya SKM.Mimbar Swadaya (1982-1985) , Wartawan SKM.Bintang Sport Film (1986-1988), Redaktur Budaya SKM Atjeh Post (1989-1992), terakhir sebagai Reporter Televisi Pendidikan Indonesia (TPI 1994-1996) dan Kontributor sebuah media asing.

SONY DSC
Doel CP Allisah bersama budayawan asing

Sebagai penyair puisinya dimuat di berbagai media di Indonesia dan Malaysia, juga turut mengisi beberapa buku/antologi puisi, antaranya “Malam Perempuan Malam” (Hr.Waspada/majalah Dunia Wanita Medan,1984), “Duri” (Majalah Dunia Wanita,1985), “Ranub” (Lembaga Penulis Aceh/Lempa, 1985), “Antologi Penyair Aceh 86” (Karya Prima, Jakarta 1986), “Kemah Seniman Aceh-3” (Pan/Taman Budaya Aceh,1990, sebagai ketua tim editor), “Sosok” (LSA, 1993) , “Nafas Tanah Rencong” (Dewan Kesenian Aceh/DKA 1993), “Banda Aceh” (D.Production 1993,sebagai editor), “Monmata” (Laka/Pan.Dialog Utara-6, 1995), “Seulawah” (Yayasan Nusantara-Jakarta/Pemda Aceh 1995), “Antologi Puisi Indonesia 97” (Komunitas Sastra Indonesia/Penerbit Angkasa Bandung 1997), “Keranda-Keranda” (Dewan Kesenian Banda Aceh/DKB 2000), “Dalam Beku Waktu” (Koalisi NGO-HAM/ICCO, 2002), “Putroe Phang” (Dewan Kesenian Aceh/DKA, 2002), “Aceh Dalam Puisi” (Penerbit Syaamil Cipta Kreasi, 2003), “Mahaduka Aceh” (Pusat Dokumentasi Sastra HB,Jassin, 2005), “Aceh 8,9 Skala Richter Lalu Tsunami” (Koordinatorat Bangkit Aceh, 2005), “Duka Aceh Luka Kita” (Koperasi Sejahtera Seniman Indonesia/Penerbit Jakarta Citra, 2005), “Ziarah Ombak” (Lapena,2005), “Lagu Kelu” (Aliansi Sastrawan Aceh/Japan Net – Tokyo, 2005 – sebagai editor bersama Nani.HS), “Bangka Belitung Bercahaya “ (PLN Wil-Babel/YYS Nusantara-Jakarta, 2005), “Syair Tsunami” (Balai Pustaka, 2006), “Medan Puisi” (Labsas/Pan-Pertemuan Penyair Nusantara, 2007), “Kemayaan Dan Kenyataan” (Fordisastra, 2007), “Tanah Pilih” (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jambi, 2008), “ Jambi Di Mata Sastrawan” ( Disbudpar Jambi, 2008), “Leksikon Sastra Aceh” (Dewan Kesenian Banda Aceh/DKB, 2008), “Ensiklopedi Aceh/Adat-Hikayat-Sastra” (Yayasan Mata Air Jernih, 2008), “Kutaraja – Banda Aceh” (Aliansi Sastrawan Aceh/Pemko Banda Aceh, 2008 – sebagai editor bersama Nani.HS),”Pedas Lada Pasir Kuarsa”(Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Kepulauan Bangka-Belitung, 2009),”Krueng Aceh” (Pan- Pekan Kebudayaan Aceh-5, 2009), “Compassion & Solidarity/A Bilingual Anthology Of Indonesian Writing” (HiVOS – Ubud Writers & Readers Festival, Bali-2009), “Musibah Gempa Padang” (E.Sastra-Malaysia/Ed-Dato’ Dr.Ahmad Khamal Abdullah, 2009), “Rumpun Kita” (Pan – 3rd Nusantara Poetry Gathering/PENA-Malaysia, 2009), “Percakapan Lingua Franca”(Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang- Kepri, 2010), “Beranda Senja” (Bengkel Swadaya – Jambi,2010), “Antologi Penulis Lepas” (2010), “Akulah Musi” (Dewan Kesenian Sumatera Selatan, 2011), “ Senja Di Batas Kata “ (Swadaya Mandiri, 2011), “Tuah Tara No Ate” (Ummu Press/Pan.TSI-4, 2011), “Secangkir Kopi” (The Gayo Institute, 2013), “Rampai Puisi Penyair Alam Melayu – Tamadun.1” (Dinas Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau, 2013), “Anthology of the 33rd World Congress of Poets” (World Academy of Arts and Culture/Co-editors Malim Ghozali PK – Georges Chapouthier, 2013).

Penerima Anugerah Seni 2004 [KAF] dan Anugerah Sastra 2009 dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Aceh ini, bersama Drs.Nabbahany, menyunting buku “Data Kesenian Tradisional Aceh” (Dewan Kesenian Aceh/Proyek Seni Budaya Depdikbud Aceh, 2001). Tahun 2006-2010, Doel menjadi Editor buku-buku karya penulis/sastrawan Aceh/Brunei Darussalam, antaranya ; “Serdadu Tua Nguyen Polan” (Hasyim.KS), “Serenade Senja” (Nani.HS – AR.Nasution), “Sastra dan Problematika Pembelajarannya di Aceh” (Mukhlis A.Hamid,MS), “Orang-Orang Pos 327” (MN.Age), “Suatu Malam di Rex” (Hasbi Burman), Romansa Taman Cinta” (Arafat Nur), “Tarian Cermin” (Mustafa Ismail), “Hikeumah Tsunami” (Ameer Hamzah), “Seumangat Aceh” (Hilmi Hasballah), “Haba Angen Pot” (Hasbi Burman), “Luka Poma” (Maskirbi), “Yang” (M.Nurgani Asyik),”Antara Ketambe dan Suak Belimbing”(Basri Emka – Darwin Baharuddin), “Kronologis Historis & Dinamika Budaya Aceh” (H.Harun Keuchik Leumiek), “Kutaraja – Banda Aceh” (Antologi Puisi 40 Penyair Indonesia), “Angin Berhenti Perahu Menepi” (Badaruddin HO – Darwin Baharuddin – Basri Emka),dll .

Sebagai penyair/penulis namanya ikut dimuat dalam “Buku Pintar Nusantara” (Ed-Iwan Gayo/UWN-Jakarta 1990), “Buku Pintar Sastra Indonesia” (Ed-Pamusuk Eneste/Kompas-Gramedia, 2001), “Aceh : History,Politcs and Culture” (Edited – Arndt Graf, Susanne Schroter, Edwin Wieringa/ Institute of Southeast Asian Studies,2010).
Buku kumpulan puisinya di bawah judul “Nyanyian Angin” di terbitkan pada tahun 1992 oleh D-Production, serta buku puisinya dalam dua bahasa Inggris-Indonesia, “Nyanyian Miris” (The Sadness Song) di terbitkan oleh Dewan Kesenian Banda Aceh/DKB – ASA (2007) .

Doel pernah di undang mengikuti beberapa event budaya : Pertemuan Penulis Muda Sumatera (Medan 1985), Asean Writers Seminar (Jabal Ghafur, 1986), Dialog Utara-4 (Medan, 1989), Kongres Kebudayaan Sabah (Kinabalu, 1989), Seminar Kritik Film- Persatuan Wartawan Indonesia/Yayasan Citra (Jakarta, 1990), Diklat Pemanfaatan Media Tradisional Departemen Kesehatan RI (Bandung, 1993), Dialog Utara-6 (Langsa, 1995), Temu Sastrawan Sumatera Utara (Medan, 1997), Temu Sastrawan se-Sumatera (Banda Aceh, 1999), Dialog Utara-8 (Narathiwat-Yala-Songkla-Pattani-Hatyai /Thailand, 1999), Seminar Antara Bangsa Pemikiran Tan Sri Ismail Husein (Alorsetar-Kedah/Malaysia, 2002), Dialog Utara-XI (Lhokseumawe, 2005), International Books Fair (Kuala Lumpur/Malaysia, 2006), The 1st Medan, International Poetry Gathering (Medan 2007), Ode Kampung – 2 (Serang – Banten 2007), Kongres Cerpen Indonesia – 5 (Banjarmasin, 2008), Temu Sastrawan Sumatera (Batam, 2008), Temu Sastrawan Indonesia – 1 (Jambi, 2008), Temu Sastrawan Indonesia – 2 (Pangkalpinang – Bangka Belitung, 2009), Ubud Writers & Readers Festival (Bali, 2009), Pertemuan Penyair Nusantara – 3 / Nusantara Poetry Gathering (Kuala Lumpur, 2009), Pertemuan Sastrawan Nusantara – xv (Bandar Sri Bengawan – Brunei Darussalam, 2009), Temu Sastrawan Indonesia – 3 (Tanjungpinang – Kepulauan Riau, 2010), Pertemuan Penyair Nusantara – 4 (Bandar Sri Bengawan – Brunei Darussalam, 2010), Pertemuan Penyair Nusantara – 5 (Palembang – Sumatera Selatan, 2011), Temu Sastrawan Indonesia – 4 (Ternate – Maluku Utara, 2011), Perhelatan Tamadun Melayu ke – 1 (Tanjungpinag – Kepulauan Riau, 2013), Kongres Penyair Se-Dunia – 33 (Ipoh – Perak, Malaysia, 2013), Peserta PSBNS/Perhimpunan Sastra Budaya Negara Serumpun (Aie Angek Cottage, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, 2013).

Pendiri Lembaga Penyair Aceh (Lempa), Dewan Kesenian Banda Aceh (DKB), dan Pengurus/Wakil Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA priode 1995-2000 / 2000-2004),serta Ketua/Koordinator Aliansi Sastrawan Aceh (ASA). (gardo)

Karya Doel CP Allisah

TENTANG IMPIAN

bila kemewahan dan kesenangan
dapat segera kau reguk dengan sekelebat senyum pesona
kau akan menangisinya sepanjang waktu
seperti juga kau selalu memandang dari diri sendiri
mengira semua adalah jalan landai menuju hari datang
kapan kau akan merasa perihnya debu atau terik menyengat
atau gigil dingin serta rindu biru yang mencekat dadamu ?
kau tak akan menemukan apa-apa
kau tak akan merasakan kangen melesat bila bersua
kau tak punya pelabuhan untuk merapat
kau tak punya aku yang mendekap
kau tak akan punya kasih sayang
tak punya harapan dan semangat
kau tak bisa berbagi sukaduka
dan itu adalah kesendirian
pada akhirnya apakah yang kau cari dalam hidupmu sayang ?
selain kerelaan dan rasa syukur
karena yang sempurna itu hanya miliknya
hanya milikNya !

2014

 

TINGGALKAN KOMENTAR