Foto: Pentas Opera Batak. ( (Dokumentasi Foto/Video: GIAT)

JAKARTA – Akhirnya Tim Opera Batak ‘Sisingamangaraja, Tongtang I Tano Batak’ (24/09) tampil di Gedung Teater Eksperimen University of Malaya setelah siang harinya memberikan workshop tentang Opera Batak kepada 17 mahasiswa jabatan drama dari Fakulti Kebudayaan universitas terbaik di negeri jiran itu.

Foto: Pelakon Opera Batak Sisingamangaraja ( (Dokumentasi Foto/Video: GIAT)

Tim yang tampil malam itu terdiri dari para dosen dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Sumatera Barat serta perwakilan Pusat Latihan Opera Batak (PLOt) Siantar, Sumatera Utara. Dari antara para dosen dan mahasiwa yang berperan sebagai pemusik (Dewa Nyoman Supenida, Bandung Sriyanto, Hatta Churnuet, Yohanes Xaverius Manik). Bandung Sriyanto, dosen dari jurusan musik sekaligus juga berperan sebagai tokoh Sarbut Tampubolon. Dua dosen dari jurusan teater menjadi penulis naskah, yaitu Edi Suisno dan Sulaiman Juned (sekaligus pemeran tokoh Guru Somalaing).

Sutradara Enrico Alamo juga dosen dari jurusan teater, yang sejak 2009 telah memberikan perhatian melalui studi pasca-sarjana di ISI Yogyakarta.

Empat mahasiswa dan alumnus jurusan teater ISI Padangpanjang terlibat1 sebagai pemeran tokoh-tokoh penting; di antaranya Berry Prima (Narator), Ikhsan (Sisingamangaraja), Wulan Dewa Gugat (Boru Sagala), Rika (Putri Lopian).

Sedangkan tokoh Patuan Nagari diperankan oleh Teuku Akmal, mahasiswa fotografi.

Dengan beberapa karya koreografi terbaru dalam garapan enam mahasiswa jurusan tari memperkuat pertunjukan. Keenamnya antara lain: Suci Intan Maulia (yang sekaligus mengurusi managemen produksi), Lovia Triyuliani Ikhlas, Annisa Khairani, Ayu, Irwan Putra Hadi, Rahmat Elfi Julianto).

Foto: Lakon Opera Batak Sisingamangaraja. (Dokumentasi Foto/Video: GIAT)

Pertunjukan semalam (24/09) ditonton masyarakat kampus Universiti of Malaya, sejumlah orang Batak di Kualalumpur, dan Seniman yang sengaja datang dari Singapura.

Meskipun gedung yang berkapasitas 300 kursi itu tidak sepenuhnya terisi, namun apresiasi pertunjukan Opera Batak yang pertama kali di Kualalumpur itu mendorong upaya kerjasama antara ISI Padangpanjang dengan Pusat Kebudayaan Universiti of Malaya.

Lima dosen ISI Padangpanjang bertemu dengan Dr. Mohd Nashir Hashim, Ketua Pusat Jabatan Kebudayaan Universiti of Malaya.

Mewakili kehadiran dalam pertemuan tersebut, perwakilan PLOt Siantar, Thompson Hs (sekaligus pemeran tokoh Amandopang Manullang) menitipkan buku Opera Batak “Perempuan Di Pinggir Danau” yang garapannya telah dipentaskan sejak 2013 di beberapa kota di Indonesia dan Jerman.

Panggung di Gedung Teater Eksperimen Universiti of Malaya secara teknis dapat memenuhi atmosfir yang ditawarkan garapan Opera Batak “Sisingamangaraja”. Penampilan pertama kali di ibukota negara Malaysia itu mengingatkan Opera Batak ternyata telah pernah ditampilkan di Penang pada tahun 1932 lalu. Hari ini tim telah tiba di Pahang untuk menyambung pentas, besok 26 September 2018 di University Teknologi Mara.
(Relis Pers – Thompson Hs) (Dokumentasi Foto/Video: GIAT)

TINGGALKAN KOMENTAR