Foto: Pemandian Air Panas Brumbun. (ist)

LAMONGAN – Bila berkunjung ke Lamongan, Jawa Timur, jangan lupa mampir ke pemandian air panas Brumbun yang teradapat di tengah hutan. Meski belum sepoluer Goa Maharani ataupun Wisata Bahari Lamongan (WBL), namun nuansa alami yang lokasinya yang masih perawan di tengah hutan dan sejarah panjangnya layak dikunjungi dan menjadi satu di antara destinasi wisata di Lamongan.

Pemandian air panas yang oleh masyarakat sekitar sering disebut sebagai sendang Brumbung ini terletak di wilayah Dusun Tepanas, Desa Kranji, Kecamatan Paciran.
Sendang Brumbung sudah ada sejak zaman Walisongo, tepatnya di masa Sunan Drajat.

“Konon pemandian ini sering digunakan para wali, termasuk Sunan Drajat sebagai tempat berdiam diri,” ungkap Mulyani penjaga pintu pemandaian air panas ini.

Pemandian air panas Brumbung ini tidak terlalu luas, hanya 5×10 meter, dengan menyediakan dua kolam untuk wisatawan laki-laki dan perempuan. Meski tak luas, tempat ini selalu dipenuhi pengunjung baik dari lokal Lamongan maupun dari luar kota seperti Bojonegoro, dan Gresik, Mojokerto dan Tuban.

MUSIM KEMARAU

Pada musim kemarau panjang seperti ini, kondisi permukaan air di kolam pemandian tersebut terlihat banyak penurunan karena pasokan air dari sumber utamanya sangat berkurang. Nampak dua kolam itu telihat kumuh dan berlumut airnya karena tidak ada proses pergantian air. Biasanya air begitu deras dari sumbernya dan luberan kolamnya mengalir ke kali yang disebelahnya.

“Penurunan debit air ini belum lama, baru memasuki bulan sembilan (September) ini. Namun begitu terasa karena biasanya aliran air dari sumber utamanya melimpah kini hanya sedikit itupun kadang tidak mengalir”, tambah Mulyani.

Kejadian seperti ini biasa terjadi di musim kemarau, oleh karena itu Pemerintah Desa Kranji Kecamatan Paciran akan melakukan pemompaan air dari sumber utama ke dalam kolam pemandiannya agar air selalu mencukupi di dua kolam tersebut. Bahkan menurut rencana Pemerintah Desa Kranji akan melakukan pengeboran di sumber utama dari mata airnya untuk memperbesar volume air yang keluar sehingga debit air semakin besar.

Sementara itu, pemeliharaan dan kebersihan kolam pun tiap tahun teragendakan lewat acara sedekah bumi (bersih-bersih kolam) yang pada tahun ini direncanakan pada tanggal 28 September 2017.

Acaranya diisi dengan kegiatan ritual keagamaan dan dilanjutkan paginya dengan membersihkan kolam pemandian air panas berumbun. (Omdik/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR