Ilustrasi Foto Dhenok Kristianti saat baca puisi (ist)

LIMA penyair yakni, Joko Pinurbo, Mardi Luhung, Iman Budhi Santosa bersama 2 wanita penyair, Nana Ernawati dan Dhenok Kristianti, bersinerg idalam acara peluncuran buku kumpulan puisi yang bertajuk ‘5 PenyairMengejaTanda’. Acara tersebut akan digelar pada Sabtu, 31 Oktober 2015, pukul 15.30 – 18.00 di Cemara 6 Galeri, Jl. Hos Cokroaminoto 9-11, Menteng, Jakarta Pusat.

Peluncuran buku ini merupakan langkah lanjut yang dilakukan oleh Lembaga Seni & Sastra ‘Reboeng’ yang menggandeng kelima penyair dalam penerbitan Seri Buku Puisi Reboeng 2015.

“Iniadalahmimpi yang berhasil kami wujudkan, yaitumenghadirkanlima buahbukukumpulanpuisiyang merupakanhasilkarya para penyairdengancirikhasmasing-masing,” ucap Nana Ernawati, ketua LSS ‘Reboeng’.

Ilustrasi Foto Dhenok Kristianti saat baca puisi (ist)
Ilustrasi Foto Dhenok Kristianti saat baca puisi (ist)

Pilihan jatuh pada kelima penyair, sebab kelimanya memiliki ‘caraungkap’ yang berbeda-beda dalam berpuisi. Ada Joko Pinurboyang selalu berhasil menyampaikan tragedi paling pilu dengan gaya ucap yang sering dianggap lucu oleh pembaca, Mardi Luhung dengan lompatan-lompatan imajinasi yang bagaikan petir menyambar-nyambar, atau Iman Budhi Santosa yang mewarnai puisi-puisinya dengan kearifan lokal yang sangat tajam. “Uniknya, meskipun masing-masing memiliki ciri yang kuat, namun ada benang merah yang menghubungkan karya-karya tersebut, yaitu kelimanya seperti sedang ‘mengeja’ tanda-tanda kehidupan,” papar Nana Ernawati.

Pada acara peluncuran akan hadir Prof. Dr. Sapardi Djoko Damono (guru besar di FIB Universitas Indonesia) membahas buku Teras Mardi karya Mardi Luhung dan Perempuan yang Melukis di Atas Air karya Nana Ernawati. Tiga buku lainnya, Surat dari Yogyakarya Joko Pinurbo, Setelah Ingar-Bingar karya Dhenok Kristianti, dan Cupu Manik Hasthagina karya Iman Budhi Santosa akan dibahas oleh Maman S. Mahayana (KritikusdanPengajar di FIB UI). Tak ketinggalan Leak Sosiawan akan tampil ‘heboh’ mengekspresikan puisi-puisi para penyair, dan hadirin pun diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi membacakan puisi dari buku yang diluncurkan.

“Panitia menyediakan hadiah buku bagi tiga orang pengunjung yang dinilai juri mampu membaca puisi secara mengesankan,” kata Dhenok Kristianti, pelaksana harian LSS Reboeng, Kamis, (29/10/2015).

Diharapkan dengan diterbitkan dan diluncurkannya lima Seri Buku Puisi Reboeng 2015 ini, khazanah sastra Indonesia semakin banyak memiliki buku-buku sastra yang bermutu dan bermanfaat. (rl/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR