PAZAAR SENI Semarang berlansung dari tanggal 8-16 agustus 2015. Walhasil,  Kota Semarang pun kebanjiran ratusan seniman dari Jawa-Bali. Mereka bakal meramaikan gelaran Pazaar Seni 2015 Dewan Kesenian Semarang, pada 8-16 Agustus 2015, di Taman Budaya Raden Saleh, Semarang, Jawa Tengah.

Sebanyak 62 pelukis, 15 komunitas, dan 8 industri kreatif telah memenuhi stan yang telah disiapkan panitia. “Sebanyak 70 stan serta 2 joglo yang diisi 15 komunitas terisi penuh. Bahkan kami sempat kewalahan menerima peserta,” kata Gunawan Effendi, ketua pelaksana Pazaar Seni 2015, Jumat lalu (7/8).

O 028

Pameran secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Even ini mempertemukan pelukis-pelukis dari seluruh indonesia dengan masyarakat umum, penikmat seni, gallery dan kolektor lukisan.

“Saya ikut dalam kegiatan ini, karena disini ada silaturohmi antar seniman, interaksi dan apresiasi dg masyarakat serta bonusnya adalah transasi dengan penikmat seni, gallery dan juga kolektor lukisan. Naturalis adalah aliran lukisan saya. Lukisan saya berangkat dari cerita keseharian saya di waktu kecil,” Jaka Espe.

JAKA ESPE

Salah satu pelukis yang tampil adalah Jaka Espe. Seniman kelahiran, Boyolali, tepatnya di sebuah desa lereng Gunung Merapi, 17 Maret 1965 ini sekarang berdomisili tinggal di Klaten Jawa Tengah. Bersama Istri Lusia Risharsiwi dan kedua anak Andrean Riska Putra dan Berliana Reshitaswari, bagiku keluarga adalah semangatku, dan alam adalah sumber inspirasi.

jaka espe
Jaka Espe (ist)

KONSEP BERKARYA

Gunung, sungai, pepohonan, sawah dan ladang serta pemandangan disekitar  desa itu sudah menjadi sahabat mesra Jaka espe diwaktu kecil. Tak mengherankan bila kegemarannya menggambar selalu mengungkap tentang keindahan alam.

“Seiring dengan perjalanan waktu, setelah menetapkan hati untuk menekuni dunia seni lukis, maka nostalgia diwaktu kecil itulah yang ingin saya ungkapkan. Bagi saya alam adalah sumber inspirasi yang tidak akan habis, kehadiranya selalu membuat kita merasa damai, sejuk dan tenteram, disitulah arti kebesaran Tuhan kita dapatkan,” kata Sarjana Seni Lukis FSRD ISI Yogyakarta lulus tahun 1991 ini.

Impian indah adalah harapan setiap manusia, yang muncul atas dasar pengalaman di masa silam, atau bahkan karena keberanian menghadapi realitas dihari ini, untuk menggapai cita-cita di masa yang akan datang.

“Dengan mendengar, melihat, dan merasakan, manusia berkarya menggunakan bahasa seni masing-masing, sebagai ungkapan rasa. Sambil berharap dapat bersapa dan berbagi dengan orang lain sebagai penikmat seni. Atas nama keindahan, kesejukan, dan kedamaian, saya berkarya. Semoga inspirasi yang saya dapat senantiasa memberikan semangat bagi saya untuk terus berkarya sebagai bahan renungandalam mengisi kehidupan saya, dan mudah mudahan bagi orang lain,” tutupnya. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR