[dropcap color=”#888″ type=”square”]K[/dropcap]ota Surabaya yang dipimpin Wali Kota Tri Rismahari ini mendapat penghargaan sebagai Kota Peduli Cagar Budaya 2014 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kata Sekretaris Kota (Sekkota) Surabaya Hendro Gunawan.

Ia mengatakan pihaknya mewakili wali kota untuk menerima penghargaan yang diserahkan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Bidang Kebudayaan Wiendu Nuryanti di Museum Nasional Jakarta, Jumat (5/9) malam.

“Selain Surabaya, pemerintah kota lain yang juga meraih kategori serupa, yakni Pemkot Semarang, Surakarta, DIY Yogyakarta dan Sawah Lunto,” katanya, Sabtu (6/9/2014).

Hendro menyatakan Pemkot Surabaya memang sudah berkomitmen menjaga kelestarian cagar budaya, salah satu cara yang digunakan pemkot, yakni dengan memberi bantuan, kompensasi, kemudahan perizinan serta insentif terhadap bangunan yang berstatus cagar budaya.

Sebagaimana tercantum dalam Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) 59 Tahun 2007 Tentang Pelestarian Bangunan Dan/Atau Lingkungan Cagar Budaya, pada pasal 18 disebutkan, bantuan dapat diberikan dalam bentuk pemeliharaan, perawatan atau konsultasi berkala. Sedangkan kompensasi diberikan dapat berupa keringanan pajak atau retribusi.

Tak hanya itu, dalm Pperwali tersebut juga diatur tentang mekanisme “reward” and “punishment”. Bagi pemilik bangunan cagar budaya yang telah konsisten merawat dengan baik akan diberi piagam penghargaan dari Wali Kota Surabaya. Sebaliknya, sanksi sudah menanti bagi pemilik bangunan cagar budya yang dengan seenaknya memugar, membongkar atau merobohkan di luar prosedur.

Hendro menambahkan pihaknya secara intensif menggandeng pihak swasta untuk turut terlibat dalam pelestarian cagar budaya, misalnya, mengajak beberapa perusahaan melakukan pengecatan bangunan cagar budaya agar terlihat cantik dan terawat.

“Syukurlah, respons masyarakat, khususnya sektor swasta di Surabaya sangat positif. Artinya, kesadaran akan pentingnya merawat cagar budaya sejatinya sudah tertanam dalam hati dan benak warga Surabaya,” ujar mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini. (ant/gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR