MENTARI Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menargetkan pariwisata bisa menjadi kebutuhan dasar masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan Menpar dalam Seminar Hari Pariwisata Dunia – Semakin Dilestarikan, Semakin Menyejahterakan, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (28/9/2015).

pariwisata indonesia

“Pariwisata di Indonesia harus jadi basic needs ya. Artinya kita tidak bisa hidup tanpa wisata,” kata Arief saat membuka seminar.

Menurut Arief, kekuatan wisatawan domestik di Indonesia itu tinggi. Ia sendiri menyampaikan wisatawan domestik di Indonesia memberi pemasukan lebih tinggi dari wisatawan mancanegara. Itulah sebabnya pariwisata perlu jadi kebutuhan mendasar masyarakat Indonesia.

Cara agar pariwisata dapat menjadi kebutuhan adalah dengan membuatnya terjangkau secara ekonomi. Arief menjelaskan ada dua cara agar pariwisata bisa terjangkau yakni meningkatkan pendapatan masyarakat atau menurunkan harga. “Menaikkan pendapatan bukan bidang kita (Kementerian Pariwisata), jadi kita bisa lakukan yang kedua, menurunkan harga,” ujar Arief.

Harga seperti apa yang terjangkau? Mantan Dirut Telkom ini menjelaskan sederhana: pengeluaran di bawah Rp 100.000 per hari. Arief berharap berbagai destinasi wisata di Indonesia menyediakan paket seperti ini untuk wisatawan domestik.

Menpar membandingkan sektor pariwisata dengan transportasi dan komunikasi. Untuk transportasi misalnya dipandang hampir menjadi kebutuhan dasar. Arief mencontohkan banyaknya orang yang beraktivitas di luar kota. Aktivitas transportasi dari Jakarta ke Surabaya, misalnya sudah banyak.

“Dulu ke Surabaya itu orang pikir-pikir, sekarang siapa saja bisa, sudah ada busnya, sudah terjangkau,” katanya.

Sementara sektor komunikasi di Indonesia sudah berhasil menjadi kebutuhan dasar. Menurut Arief, masyarakat sudah tidak bisa meninggalkan telepon genggamnya. “Coba siapa yang tidak bawa HP di sini? Kalau HP tertinggal di rumah bersama istri, bisa bahaya,” katanya. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR