Foto: Pantai Salju, Deli Serdang. (gardo)

Pesona Pantai Salju,  Deli Serdang Yang Selalu Menggoda

MENEMUKAN air bersih dan sejuk dari sumber air alam sekitarnya sungguh sulit ditemukan dewasa ini. Sulitnya air bersih dan kotornya lingkungan membuat air pengunungan pun menjadi tercemar. Baik dari rumah tangga, industri maupun pabrik-pabrik yang merusak lingkungan dan tentu saja air. Manusia sangat membutuhkan air bersih dan itu mutlak.

Air pegunungan berada di dataran yang tinggi, karena berada di dataran tinggi, maka air pegunungan akan mengandung oksigen yang lebih banyak dibandingkan dengan air yang berada di dataran rendah. Sehingga air pegunungan sangat menyehatkan tubuh.

100_2625

Untuk memanjakan tubuh kita dengan air pengunungan yang sejuk dan bersih anda dapat berkunjung ke Pantai Salju atau Pantai Bela di Kecamatan Bangun Purba, Deli Serdang, Sumatera Utara. Selain memanjakan tubuh, dapat juga memanjakan pemandangan alam desa lengkap dengan bebatuan. Ketika bertemu dengan pantai, sebenarnya bukanlah pantai laut, tapi karena air bersih dan sungainya luar, maka bibir sungai seperti bibir pantai. Akan tetapi, warga Bangun Purna menyebutnya pantai. Itulah sebabnya, tempat pemandian yang segar itu dinamakan Pantai Bela atau Pantai Salju.

Pantai Salju

Konon, dinamakan Pantai Salju karena air yang mengalir dibatu-batu cadas memecah seperti salju. Lucunya, warga Bangun Purba tidak pernah melihat salju. Karena air memecah itulah dinamakan Pantai Salju.

Pantai Salju

Soal nama sebenarnya tidak menjadi masalah. Apa gunananya nama bagus, namun sungai dan tempat pemandian butek dan airnya keru?

Ketika Gapuranews pertama kali menginjak kaki di bibir di tepian sungai yang bening dan sejuk itu, ingin rasanya langsung menyeburkan diri ke dalamnya. Airnya yang begitu bening menggoda untuk dinikmati. Ketika meredamkan tubuh sangat terasa nikmatnya air pengungan itu. Serasa kulit tubuh dimanjakan. Maka, segera menenggelamkan sekujur tubuh di dasar sungai sampai menyentuh pasir.

100_2619

Gapuranews tiba di Pantai Bela, tatkala sore hari, pantai itu terlihat sangat eksotik dengan mentari yang mulai menepi di balik rerimbunan pohon. Terasa tenang, damai dan tentram. Yang terdengar hanya suara merecik air yang mengalir dari sela-sela bebatuan.

Karena masih asri, maka Gapuranews pun merekomendasikan bagi masyarakat Kota Medan, maupun Sumatera Utara, atau pelancong yang doyan dengan air pengunungan dan suasana yang asri. Untuk mencapai Pantai Salju terdapat di Desa Mabar, Kecamatan Bangun Purba, kabupaten Deli Serdang. Dapat menempuh waktu dari Ibukota Deli Serdang, Lubuk Pakam, sekitar 1 jam perjalanan. Dari Medan, untuk mencapai Pantai Salju bisa menempu waktu 3 jam dengan kenderaan pribadi.

100_2624

Pada hari-hari libur dan akhir pekan tempat ini sering dijadikan masyarakat untuk tempat rekreasi dan dapat mencapai ribuan orang. Namun pada hari biasa hanya sekitar belasan atau puluhan orang yang datang ke tempat ini. Msayarakat yang berkunjung tidak hanya pendududk setempat, namun ada juga yang datang jauh-jauh dari luar kota.Fasilitas yang tersedia di tempat ini memang kurang memuaskan karena kurangnya koordinasi pengelola tempat dengan pemerintah daerah. Terlihat dipinggiran pantai terdapat beberapa penduduk yang berjualan dan menyewakan ban atau pondok untuk tempat beristirahat.

KURANG BERHIAS 

Pantai Salju belum berhias diri untuk menjamu para pelancong dari berbagai kota di Sumatera Utara. Apa yang ada, dibiarkan saja layaknya sebuah tempat yang tak terurus. Jika, saja Pemda Deli Serdang, bijak dan memberikan sentuhan penataan yang lebih baik lagi, maka bukan tidka mungkin Pantai Salju menjadi tujuan wisata yang bisa menghasilkan devisa bagi Pemkab Deli Sedang.

Pantai cermin

Pengelolaan Pantai Salju dan Pantai Bela itu dilakukan oleh warga setempat dengan membayar Rp.15.000 atau kadang Rp.25.000 per mobil berikut orang yang didalamnya. Harga tergantung nego dan tidak ada patokan yang resmi. Sementara di kawasan tempat pemandian itu, tidak ada sentuhan taman atau tempat bermain bagi anak-anak. Jangankan kembang, tempat wisata yang menjanjikan itu dibiarkan begitu saja apa adanya.

Padahal, bila ditata, baik di areal parkir dan di areal pemandian bukan tidak mungkin tempat pemandikan itu akan dijubeli pelancong domestik. Bukan tidak mungkin juga pelancong maca negara pun akan tertarik datang. Kalau Anda ingin ke tempat ini, maka anda harus pulang hari, sebab tidak ada penginapan apa lagi hotel.

Cukup disayangkan Pemkab Deli Serdang tidak memanfaatkan keindahan alamnya secara maksimal. Anugrah Ilahi itu, dibiarkan tumbuh berkembang dengan sendiri.

Ketika Gapuranews bertemu dengan pemuda setempat yang mengaku mengelola tempat pemandian itu mengatakan Pemkab Deli Serdang hanya menarik iuran dari mereka. “Ya, Pemkab menarik iuran dari kami. Tapi, Pemkab tidak pernah memperhatikan kawasan pemandian ini,” katanya dengan nada kesal. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR