Foto: Fotografi Seni Arif Datoem. (ist)

JAKARTA – Galeri Nasional Indonesia bersama dengan LuminaSense Photowork menyelenggarakan pameran tunggal dari seniman foto Arif Datoem. Pameran akan dibuka

Fotografi sebagai media seni menjadi jarang dan langka dipraktikkan dalam dunia seni visual di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara, ujar Sudjud Dartanto, kurator pameran ini.

Lebih lanjut diterangkannya bahwa Arif Datoem dapat dikatakan sebagai salah satu seniman foto senior di Indonesia yang intens melakukan penelitian dan praktik kekaryaan melalui media foto, karena itu pameran ini penting kiranya untuk disimak dalam kaitannya dengan praktik penciptaan karya fotografi seni terkini dalam sejarah fotografi seni di Indonesia, bahkan dunia.

Sudjud mengatakan bahwa melalui pameran ini kita bisa melihat bagaimana Arif Datoem juga mengajak pengunjung untuk melihat kehidupan tradisi yang masih hidup pada masyarakat suku Baduy dan Jawa melalui pendekatan intuisi digital. “Karya fotografi seni Arif Datoem dapat dilihat sebagai fakta bahwa fotografi seni itu ada dan namanya menjadi bagian penting dari sejarah fotografi seni, Arif dapat dikatakan sebagai salah satu fotografer seni senior sebetulnya di Indonesia dan Asia Tenggara”, terang Sudjud.

Pameran ini mengetengahkan tema kurasi: ‘LuminaSense’, yang memiliki arti simbolis sebagai bagian dari alam semesta, bagian dari kehidupan itu sendiri dimana indera sebagai wahana persepsi memainkan peran penting dalam membuka dan memahami fenomena universal (dalam biologi Lumen berasal dari bahasa Latin lūmen, yang berarti pembukaan; plural lumina).

‘LuminaSense Envisage’ bagi Arif Datoem adalah muara observasi, refleksi, serta pengabdiannya dalam fotografi selama 35 tahun. Misalnya pada kasus karya yang berbicara tentang Banten, Arif Datoem membutuhkan hampir tiga tahun hanya untuk melihat konsep tak terkalahkan di dalam Debus Banten.

Setelah itu, Arif Datoem menemukan bahwa pemahaman Debus kemudian didefinisikan sebagai cara hidup yang mendorong ketiadaan fisik dan bentuk spiritual sebagai teladan berdasarkan praktik syariah serta tarekat di dalam iman. Pada pengertian itu, foto etnografi disisipkan Arif Datoem ke dalam proses penciptaan karya seni fotografinya. (Rayza Nirwan/gr)

ARTIST TALK & PRESS TOUR
Senin, 21 Agustus 2017
Pukul 16.00 WIB
Gedung B Galeri Nasional Indonesia

Narasumber:
A.Sudjud Dartanto (Kurator)
Arif Datoem (Perupa)

PEMBUKAAN
Senin, 21 Agustus 2017
Pukul 19.00 WIB
Gedung B Galeri Nasional Indonesia
Orasi Budaya oleh Tisna Sanjaya

PAMERAN
22-31 Agustus 2017
Pukul 10.00 – 19.00 WIB
Gedung B Galeri Nasional Indonesia

TINGGALKAN KOMENTAR