Pameran foto tentang 35 tahun kilas balik sejarah perkembangan kehidupan masyarakat di gelar oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok. Pameran digelar di auditorium Museum Nasional, Jakarta, dimuali sejak 22-25 September 2014.

Pameran tersebut dibuka di Museum Nasional pada Senin oleh Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok Yan Xiuping, Wakil Ketua Federasi Lingkaran Sastra dan Seni Tiongkok Li Yi dan Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Elaine Tan.

Pameran bertajuk ‘Dream and Memory’ (Impian dan Kenangan) tersebut menampilkan foto-foto kehidupan dan perkembangan masyarakat Tiongkok dari tahun 1970 hingga 2014.

“Pada 1978, Tiongkok menerapkan kebijakan Reformasi dan Keterbukaan. Keputusan penting tersebut telah menempatkan Tiongkok ke jalan yang hebat menuju pembaharuan bangsa, dan membentuk masa depan dari Tiongkok yang ada sekarang,” kata Wakil Ketua Federasi Lingkaran Sastra dan Seni Tiongkok Li Yi seperti dipkuti Antara, Senin (22/9/2014).

Selama 35 tahun perkembangannya, masyarakat Tiongkok telah menjunjung tinggi pencapaian kedamaian dan perkembangan di tanah Tiongkok, kata Li Yi.

“Mereka telah mengabdikan diri kepada perkembangan negara ini dan telah membawa perubahan yang luar biasa kepada wajah masyarakat Tiongkok,” katanya.

Ditampilkan dalam pameran tersebut antara lain bagaimana perubahan yang jelas dari gaya hidup, kehidupan sehari-hari dan berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh masyarakat Tiongkok, mulai dari cara berpakaian, tempat tinggal, makanan, moda transportasi, hiburan, hingga masalah lingkungan.

“Pameran bertajuk ‘Dream and Memory’ ini menangkap detail-detail terang dari kehidupan sosial Tiongkok setelah (penerapan) kebijakan Reformasi dan Keterbukaan, dan menunjukkan kerja keras dan pengalaman rakyat Tiongkok dalam mengejar impiannya menuju kehidupan yang lebih baik,” kata Li Yi.

Dalam pameran yang digelar atas kerjasama pemerintah Tiongkok dan Asean Foundation tersebut, Duta Besar RRT untuk Indonesia Yang Xiuping menyampaikan bahwa telah banyak pencapaian yang dicapai Tiongkok selama 35 tahun terakhir.

Namun, masih ada sejumlah persoalan besar yang harus dihadapi Tiongkok.

“Semoga pameran ini sukses digelar dan saya mengharapkan juga masa depan yang cerah bagi hubungan antara Tiongkok-Asean,” kata Dubes Xiuping.

Pameran yang memotret kehidupan dan kenangan masyarakat Tiongkok tersebut diharapkan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik tentang kehidupan di Tiongkok. (ant/as/gr)

Foto: Susana pameran (museum nasional)

TINGGALKAN KOMENTAR