Judul: OEDIPUS2
Oedipus Rex
(adapted and simplified version of Nick Bartel)

Kelompok drama:
Better Than Broadway (BTB)

Sutradara:
Ishlah Ma’ruf S.

Pemain:
Oedipus – M. Rofiquzzaman
Jocasta – Olga Diana F.
Creon – Pradhipta Dhaifan H.
Teiresias – Asung S.
Herdsman – Prasetyo Aji
Messenger of Corinth – Irsan Yamananda
Messenger of Thebes – Ishlah M. S.
Chorus (5) – Imron, Zelin, Nanda, Restu, Moureta.

Dipentaskan:
3 Desember 2015
Tempat:
Taman Budaya Jawa Tengah
Pukul:
18.00 WIB
Contak Person:
085712819097 (Lidya)
085700002217 (Yonatan)

Synopsis of Oedipus Rex
By: Better Than Broadway

DI SEBUAH kerajaan Thebes yang berada dan di masa Yunani Kuno zaman dahulu, muncul sebuah kutukan atau wabah berupa kegersangan tanah, penyakit, dan kemandulan para istri. Oedipus, sang penguasa kerajaan Thebes yang dulu diangkat karena jasanya yang telah berhasil menghentikan Sphinx (makhluk jahat berbadan singa berkepala wanita yang meneror para penduduk dengan sebuah teka-teki dimana siapa yang tidak bisa menjawabnya akan dimakannya hidup-hidup), dihadapkan dengan kerumunan masyarakat didepan gerbang kerajaannya, sedang melakukan suatu ritual pengusiran wabah. Terjadilah dialog antara masyarakat dan sang Raja yang akhirnya terhenti dengan datangnya Creon, kakak iparnya, yang telah dinanti-nanti kedatangannya dari kunjungan kepada Oracle untuk mengetahui penyebab wabah di kota tersebut.

Sebuah polusi yang telah mencemari kota tersebut adalah seorang pembunuh raja Laius, raja sebelum Oedipus sekaligus istri pertama Jocasta sebelum Oedipus. Masyarakat Thebes dituntut untuk membunuh atau mengusir pembunuh tersebut dari kota. Akan tetapi misteri pembunuhan tersebut mengalami sebuah kendala dimana tidak ada satupun petunjuk dan motif pelaku yang pasti. Oleh karena itu, sang Raja mengutus seorang peramal bernama Teiresias yang dipercaya mampu melihat apa yang Dewa lihat.

Tetapi, Teiresias mengejutkan semua orang karena dia berkata bahwa Oedipus sendiri lah yang telah membunuh Laius. Oedipus yang tersinggung dengan pernyataannya menuduh kalau Teiresias telah berkomplot dengan Creon untuk melengserkannya dari kerajaan. Teiresias yang telah bersikukuh kalau ramalannya adalah kebenaran menyerah untuk meyakinkan Oedipus yang sudah termakan tempramennya dan pergi dengan meninggalkan ramalan bahwa “hari ini akan membuktikan asal-usul kelahiranmu dan menghancurkanmu. Kau, (Oedipus) akan diungkapkan sebuah kebenaran yang menjijikkan tentang hubungan antara istri dan anak-anakmu…”

Creon yang merasa tertuduh datang menghampiri Oedipus untuk menyangkal berita skandal tersebut. Perdebatan pun terjadi diantara keduanya yang pada akhirnya Oedipus memutuskan menghukum mati Creon. Tetapi hal ini dapat dicegah dengan datangnya Jocasta untuk mengampuni Creon. Creon pun hanya diminta untuk pergi dari kota.

Jocasta mencoba menenangkan Oedipus untuk tidak mempercayai sebuah ramalan dengan menceritakan masa lalunya dimana Laius pada saat menjadi suaminya didatangi seorang peramal yang memberitahunya bahwa anak yang dilahirkan oleh Jocasta akan membunuhnya. Tetapi kenyataannya Laius dibunuh oleh segerombolan perampok di persimpangan jalan menuju Delphi dan Daulia dan anaknya sendiri telah disayat kakinya dan ditinggalkan di atas lembah dengan harapan mati sebelum waktunya untuk membunuh ayahnya sendiri.

Setelah mendengar cerita Jocasta, Oedipus terkejut karena tempat dimana Laius terbunuh sama dengan pengalaman buruk Oedipus ditempat itu dimana dia pernah membunuh sekelompok orang dengan tangannya sendiri dan luka sayatan pada kaki yang dimilikinya. Oedipus bertanya kepada Jocasta darimana dia mendapatkan informasi tersebut dan jawabannya tertuju pada satu korban selamat yang sekarang menjadi seorang penggembala. Sang raja pun mengutus Jocasta untuk menghadapkannya kepada Oedipus. Jocasta yang heran dengan sikap Oedipus, menanyakan hal yang membuat Oedipus cemas. Oedipus pun menjelaskan kecemasannya dari masa lalunya dimana dia berasal dari Corinth dan ayahnya, Polybus, adalah seorang raja yang berkuasa. Dia memiliki hidup yang bahagia disana hingga suatu saat seorang laki-laki yang mabuk berat dalam suatu pesta mengatakan bahwa dia bukanlah anak kandung Polybus. Oedipus pun bertanya kepada orangtuanya tapi mereka menjadi marah. Pergilah dia menuju Oracle untuk menanyakan hal tersebut yang dengan tidak disangka bahwa Oracle memberitahu sebuah ramalan yang buruk dimana dia akan menjadi suami ibunya dan pembunuh ayahnya. Menghindari ramalan tersebut, Oedipus pergi meninggalkan kota hingga dia bertemu sekelompok orang di tempat tepat dimana Laius dibunuh. Ketakutan pun tersebar diantara Oedipus dan Jocasta. Satu-satunya hal untuk mengetahui kebenaran tersebut adalah dengan bertemu si penggembala.

Disaat menunggu kedatangan si penggembala, datanglah seorang pengembara tua dari kerajaan Corinth, kerajaan dimana Oedipus berasal, yang memberi kabar bahwa ayah Oedipus, Polybus telah tiada dan Oedipus diminta untuk menjadi raja disana. Mendengar hal tersebut, Oedipus merasa setengah lega karena ramalan yang dahulu, bahwa dia akan menjadi pembunuh Polybus, tidak menjadi kenyataan tetapi dia masih diharuskan untuk cemas karena ibunya masih ada. Si pengembara yang mengetahui asal-usul Oedipus itupun mengungkapkan kebenaran bahwa ia tidak perlu mencemaskan hal tersebut karena Polybus bukan lah ayah kandungnya begitupun ibunya. Oedipus pun terkejut dengan pernyataannya. Setengah tidak percaya, Oedipus melakukan investigasi kepada si pengembara. Dan ternyata, si pengembara itu lah yang menjadi kunci dari sebuah misteri siapa sebenarnya si Oedipus. Dia menerima bayi Oedipus yang tersayat kakinya dari seseorang yang diyakini dari kediaman Laius dan menyerahkan bayi tersebut kepada Polybus.

Jocasta seketika itu lemas karena mengetahui kenyataan yang pahit tersebut karena Oedipus yang selama ini menjadi suaminya adalah anaknya sendiri. Larilah dia menuju ke dalam istana dengan perasaan yang hancur. Oedipus di sisi lain ingin lebih mengetahui identitasnya dengan bertemu dengan si penggembala sekaligus pesuruh Laius yang membawanya kepada orang tua itu. Tetapi setelah bertemu dengan orang tersebut, kenyataan yang menjijikkan terhadap hubungan intimnya pun terungkap seluruhnya.

Dengan murka dan hancur dia berlari ke dalam istana, meraih sebilah pedang dari seorang penjaga untuk membunuh Jocasta istrinya tetapi hal tersebut tak akan pernah terlaksana karena Jocasta, istri sekaligus ibunya kandung, telah tergantung kaku pada sebuah tali. Dengan lemas, Oedipus memotong tali yang menggantung Jocasta itu. Setelah dia terbaring, Oedipus mengambil bros dari tangan Jocasta mengangkatnya setinggi-tingginya, membidiknya tepat di retinanya, dan akhirnya menusuk keduanya hingga buta.

Si buta Oedipus, dengan sebuah tongkat meninggalkan kota Thebes yang terpolusi oleh dirinya sendiri. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR