MUSEUM-MUSEUM yang ada di Indonesia harus memiliki daya tarik dan daya tawar untuk bisa bersaing di Asia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

Hal itu disampaikan Kepala Museum Nasional, Intan Mardiana, dalam pembukaan acara pameran ragam pesona kain tradisional nusantara yang diadakan di Museum Adityawarman Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (6/8/2015).

“Mau tidak mau kita akan berhadapan dan bersaing dengan museum-museum dari negara tetangga, untuk itu museum di Indonesia harus mempersiapkan daya tarik untuk bisa bersaing,” katanya.

museum indonesia

Intan Mardiana mengatakan, pameran merupakan tugas utama termasuk pameran ragam pesona kain tradisional nusantara yang saat ini diadakan oleh Museum Adityawarman Sumbar. Pameran yang bertajuk “Kain Tradisional Primadona Nusantara Yang Elok Bagus di Tengah Modernisasi” ini, katanya, hendaknya bisa mengembangkan museum menuju era MEA tersebut.

Menurutnya, pameran bukan hanya sekedar menyajikan koleksi, tetapi lebih ke pendidikan untuk memperkuat kebanggaan nasional dalam rangka memperkokoh ketahanan budaya, serta memupuk rasa nasionalisme.

“Melalui pameran nasional ragam pesona kain tradisional nusantara seperti ini, bisa menyatukan keberagaman budaya dan masyarakat dalam satu kesatuan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, perlu untuk menciptakan pameran museum yang memiliki banyak dampak baik, seperti peningkatan ilmu pengetahuan, penguatan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Tugas museum untuk melestarikan dan menginformasikan budaya memang cukup berat,” ujarnya.

Untuk itu, katanya, di masa depan masih harus banyak membenahi museum dalam bidang manajemen maupun sumber daya manusia (SDM).

Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana mengatakan bahwa setiap tahun museum Indonesia selalu menyelenggarakan acara pameran yang dilakukan secara bergilir.

“Ini merupakan sebuah kebersamaan untuk menjalin ke nusantaraan kita dalam rangka memuliakan warisan budaya bangsa,” katanya.

Ia juga menyebutkan, jumlah museum yang ada di Indonesia adalah sebanyak 412 museum dari Aceh hingga Papua, tetapi sebagia besar ada di Pulau Jawa dan Sumatera. (gr)

Foto ilustrasi Museum Indonesia (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR