[dropcap color=”#888″ type=”square”]L[/dropcap]SM Masyarakat Peninggalan Majapahit Timur (MPPMT) mengelar aksi demo di Tugu Adipura Jalan Panglima Sudirman Lumajang, Selasa(2/9/2014).

Beritajatim.com mengabarkan, belasan aktivis cagar budaya mendesak aparat mengusut ketidakjelasan Prasasti Pasrujambe dan benda-benda bersejarah yang dulu berada di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Koordinator aksi, Lutfi Amerta mengatakan, tahun 1990 dari laporan dari Balai Arkeologi maupun Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, ada 20 prasasti ditemukan di Dusun Mungir Desa/Kecamatan Pasrujambe. Namun, saat ini tidak jelas keberadaan prasasti. Bahkan, catatan nota keluar prasasti tidak ada.

“Kami menuntut kepedulian Dinas Pendidikan Lumajang untuk membentuk tim penyelidikan bersama masyarakat mengusut keberadaan Prasasti Pasrujambe dan benda bersejarah lainnya yang raib,” ujar Lutfi dalam orasinya.

Data yang dikumpulkan MPPMT menyebutkan, ada sebanyak ada 6 buah prasasti di Museum Arkenas, 9 buah di Dispendik Kecamatan Senduro, dan 4 buah di Dispendik Kabupaten Lumajang. Bahkan, ada banyak temuan benda sejarah sepertu piring, guci, paidon dari China di Dispendik tak jelas keberadaannya. (beritajatim/gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR