banyumasvaganzaSUPAYA wisatawan tergerak datang  ke Banyumas  digelar acara kegiatan seni budaya. Kegiatan itu di bungkus dalam acara yang diberlebel  ‘Banyumas Extravaganza 2015’. yang juga  puncak peringatan Hari Jadi Ke-433 Banyumas.

Kegiatan ini menampilkan kreasi payung dan batik Banyumasan yang  diharapkan menjadi terobosan baru pariwisata Banyumas.

Kepala Bidang Pariwisata Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Dinporabudpar) Banyumas, Deskart Sotyo Jatmiko, mengatakan, produksi kreasi payung Kalibagor yang sedang naik daun perlu dikenalkan kepada wisatawan.

“Tahun lalu, kami mengangkat tema topeng dalam balutan batik. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, kami akan mencoba memadukan payung dan batik,” ujarnya, Rabu (15/4/2015).

Semua peserta ‘Banyumas Extravaganza 2015’ akan membawa payung kertas terutama yang memeragakan busana batik Banyumasan.

“Sementara kelompok peserta lainnya minimal membawa dua payung kertas,” katanya.

Deskart mengatakan bahwa berdasarkan pendataan terakhir, ajang ‘Banyumas Extravaganza 2015’ akan diikuti 83 grup kesenian yang terbagi dalam tiga kelompok, yakni Kelompok A untuk pelajar, Kelompok B untuk kecamatan, serta Kelompok C untuk organisasi kemasyarakatan dan perusahaan.

Menurut dia, ajang ‘Banyumas Extravaganza 2015’ yang berupa parade budaya tersebut akan dimulai dari depan gedung Bioskop Rajawali atau Jalan S. Parman, Purwokerto.

Selanjutnya, kata dia, seluruh peserta akan berjalan menuju panggung kehormatan yang berlokasi di Alun-alun Purwokerto dengan menyusuri Jalan S. Parman, perempatan Srimaya, dan Jalan Jenderal Soedirman.

“Sebelum rombongan Banyumas Extravaganza tiba di panggung kehormatan, nantinya di tempat itu akan ditampilkan atraksi tarian calung atau lengger yang dimainkan 433 penari. Jumlah penari tersebut menunjukkan usia Banyumas, yakni 433 tahun,” katanya.(gr)

Foto Ilustrasi (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR