UNTUK melestarikan budaya Batak agar tidak punah, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara menggelar Festival Budaya ‘Gondang Naposo’ di Open Stage Pangururan pada Sabtu dan Minggu.

Dalam kegiatan tersebut, sedikitnya 19 sanggar tari di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ikut ambil bagian dalam perhelatan budaya tersebut.

“Festival ini sebagai even budaya spektakuler membuka rangkaian HSF (Horas Samosir Fiesta) tahun 2015,” kata Kepala Dinas Pariwisata, seni dan Budaya Kabupaten Samosir, Ombang Siboro di Samosir, Senin (6/4/2015).

naposoGondang Naposo merupakan ritual etnis Batak yang diyakini sebagai media perkenalan dan tegur sapa, berbalas pantun antarpemuda dan pemudi sampai melangkah ke jenjang perkawinan.

Ombang berharap, kegiatan ini mampu melestarikan dan mengembangkan nilai seni budaya, khususnya pada generasi muda, menjadi sarana pertunjukan dan hiburan bagi wisatawan dan masyarakat.

kegiatan ini direncanakan  akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun dengan tuan rumah secara bergiliran dari sembilan kecamatan.

“Bapak Bupati (Mangindar Simbolon-red) berpesan kepada peserta untuk berkompetisi dengan cara sportif,” katanya.

Festival dimeriahkan dengan malam hiburan rakyat menampilkan Tongam Sirait, The Shine, Chirstoper Naibaho (Indonesia Junior Idol), Ocha (Mamamia), Siantar Rapp Foundation serta artis lokal Jajabi dan Santabee Band. (km/gr)

Foto Ilustrasi Gondang Naposo (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR