Foto: Film Dokumenter Disporabudpar Grobogan. (ist)
loading...

Peserta Film Grobogan dari kalangan sekolah maupun pegiat film. Adapun film yang diikutkan dalam festival ini temanya fiksi dengan durasi maksimal selama 20 menit.

GROBOGAN – Festival Film Grobogan (FFG) akan mencapai babak akhir dengan pengumunan nominasi dan pemutaran film yang masuk kriteria tiga besar, malam ini, Selasa (27/9/2016). Ketiga film itu sudah sampai ke panitia.

“Acara puncak FFG akan kita langsungkan mulai pukul 19.00 WIB. Lokasinya, di Gedung Wisuda Budaya,” beber Kabid Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Grobogan Marwoto.

Marwoto mengatakan, babak final nanti akan diawali dengan pengumuman FFG untuk peringkat harapan I,II dan III. Setelah itu dilanjutkan pengumuman nominasi dan pemutaran film yang masuk kriteria tiga besar.

“Setelah ketiga film itu kita putar bergantian, baru juaranya diumumkan. Karena keterbatasan waktu, terpaksa hanya tiga film nominasi juara saja yang kita putar dalam acara nanti malam,” katanya.

Dalam pelaksanaan final FFG, ada tiga juri yang bakal dihadirkan. Yakni, praktisi film Bambang Hengki dari Wonosobo, Hery Sioe dan Ari Ariyono, keduanya dari Mitz Studio Semarang.

Menurutnya, jumlah peserta FFG tahun ini ada 15 film. Peserta FFG datang dari kalangan sekolah maupun pegiat film. Adapun film yang diikutkan dalam festival ini temanya fiksi dengan durasi maksimal selama 20 menit.

Marwoto menambahkan, pada tahun 2014 lalu, pihaknya sudah pernah menyelenggarakan festival film serupa. Saat itu, ada sekitar 25 film yang diikutkan dalam festival. Namun, pada tahun 2015 acara festival tidak dilaksanakan dan baru tahun ini diadakan lagi.

Terkait dengan festival film tersebut, pihak Disporabudpar sebelumnya sudah sempat menggelar kegiatan bengkel film pada bulan April lalu. Dalam acara bengkel

film itu diikuti 40 peserta. Terdiri dari 10 guru atau pembina di sekolah dan 26 pelajar berbagai SMA/SMK. Sisanya, datang dari komunitas dan pegiat film di Purwodadi.

“Pelaksanaan festival di sisi lain juga dimaksudkan untuk melihat sampai sejauh mana dampak dari kegiatan bengkel film yang dilakukan beberapa waktu lalu,” tutupnya. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR