Foto: 'Maelo Pukek' (ist)

AGAM – Indonesia lebih dari separuh wilayahnya adalah lautan. Garis pantain yang begitu luasnya membuat nelayan punya cara sendiri dalam menangkap ikan.

Seperti para nelayan di Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam, Sumatera Barat hingga saat ini masih mempertahankan tradisi temurun dari nenek moyangnya yaitu “Maelo Pukek” atau menarik pukat, dalam menangkap ikan di laut.

Wali Jorong Pasie Paneh Kecamatan Tanjung Mutiara, Syafrinal, mengatakan, Maelo pukek ini, merupakan kerjasama para nelayan dilakukan secara bergotong-royong, yang tak lepas dari tradisi orang Minang.

“Maelo Pukek ini merupakan tradisi unik yang menjadi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke pesisir Pantai Tiku, sambil melihat pemandangan di kawasan tersebut,” katanya, Kamis (7/2/2019).

Tradisi ini dilakukan secara berkelompok sebanyak 10 hingga 30 orang nelayan menarik pukek dalam kurun waktu 2 sampai 3 jam, dan dalam satu hari, para nelayan dapat maelo pukek 2 sampai 5 kali, tergantung cuaca untuk melaut.

“Jika cuaca bagus, nelayan dapat maelo pukek hasil tangkapannya 2 sampai 5 kali dalam sehari. Justru sebaliknya, kalau cuaca buruk, maelo pukek hanya dilakukan satu kali bahkan tidak sama sekali,” bebernya.

Dari tangkapan hasil Maelo Pukek, para nelayan membagikannya secara bersama-sama, dan tradi seperti itulah sambung Syafrinal yang terus dipertahankan hingga sekarang, karena semangat kerjasama sangat diutamakan.

Pada malam hari, Para Nelayan membawa pukat ini ke laut dengan mengendarai perahu-perahu kecil bercadik. Tujuannya mencari posisi dimana ikan banyak bergerombol (yang sudah diperhitungkan berdasarkan ilmu dan pengalaman dari nenek moyang). Mereka baru kembali ke bibir pantai di pagi hari ketika matahari sudah terbit.

Disamping memperhitungkan posisi ikan, mereka juga bisa memperkirakan cuaca dengan cara tradisional (tanpa menggunakan teknologi), karena hanya pada saat cuaca baiklah mereka bisa melaut, sementara ketika cuaca tidak bersahabat mereka juga tidak berani menerjang badai.

Ketika kapal pukat sudah kembali ke pantai, para nelayan bergotong royong (bersama-sama) atau berkelompok untuk menarik pukat. Hasil tangkapannya, adalah ikan-ikan kecil yang berada di pesisir pantai antara lain ikan baledang (layur), maco (selar), karang, kembung, layang, tongkol, udang, kepiting dan lain-lain. (**/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here