Foto: Penandatanganan MoA Fakultas Ilmu Budaya USU dengan Dewan Kesenian Tanjungbalai. (ist)

Pihak  Dewan Kesenian Kota Tanjungbalai (DKTB)   dan FIB USU siap  melakukan kajian-kajian akademik terhadap kesenian dan kebudayaan tradisional bekerjasama seniman dan budayawan yang ada di Kota Tanjungbalai

 

TANJUNGBALAI – Kotamadya Tanjungbalai, Asahan,  Sumatera Utara memiliki potensi dalam bidang pariwisata. Selain posisinya yang begitu dengan Semenanjung Malaysia, kota Kerang ini memiliki kekayangan peninggalan arsitektur khas Tanjungbalai dan kental dengan budaya Melayu.

Untuk menggali dan memajukan dunia pariwisata Tanjungbali, dilaksanakan acara Penandatanganan Naskah Kesepakatan Bersama atau Memorandum of Agreement (MoA) antara Ketua Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai (DKTB) Khuwailid Mingka dengan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (FIB USU) Bapak Dr. Budi Agustono, M.S, di Halaman Kantor Walikota Tanjungbalai, Senin (5/6/2017).

Acara di gelar usai Apel Gabungan Pemerintah Kota Tanjungbalai dan langsung disaksikan oleh Walikota Tanjungalai Bapak M. Syahrial, SH, MH.

“MoA ini sebagai upaya penulisan Sejarah Kota Tanjungbalai, merancang dan menetapkan kawasan bangunan lama sebagai bangunan cagar budaya dan upaya penguatan fungsi kesenian dan budaya Kota Tanjungbalai untuk atraksi kepariwisataan,” kata Ketua Dewan Kesenian Daerah Kota Tanjungbalai (DKTB) Khuwailid Mingka, Rabu (7/6/2017).

Mingka mengatakan, Penandatangan MoA ini merupakan langkah awal yang dapat menjadi semangat bagi para pekerja seni untuk lebih kreatif. “DKTB sebagai mitra pemerintah, memiliki posisi strategis dalam menggali potensi, melestarikan dan menjaga kesenian dan kebudayaan tradisional termasuk di dalamnya adat istiadat daerah dan situs atau cagar budaya, agar tidak pudar kemudian hilang dari kehidupan masyarakat, tergerus arus gelombang modernisasi dan globalisasi,” tegasnya.

Mingka mengharapkan, dengan adanya MoA ini pihak FIB USU dapat melakukan kajian-kajian akademik terhadap kesenian dan kebudayaan tradisional bekerjasama seniman dan budayawan yang ada di Kota Tanjungbalai.

Usai acara Penandatanganan MoA, Walikota Tanjungbalai menerima audiensi kedua belah pihak untuk berdialog bersama Dekan FIB USU Dr. Budi Agustono, M.S dan dosen FIB USU Drs. Muhammad Takari, M.Hum.,Ph.D., Drs. Fadlin Muhammad Dja’far, M.A. Turut serta dalam audiensi tersebut Ketua DKTB Khuwailid Mingka, Sekretaris DKTB Abdurrahman, SE dan Handoko Yamin, Bendahara DKTB beserta beberapa pengurus lainnya.

Dalam dialog tersebut, Mingka mengatakan bahwa Walikota Tanjungbalai sangat mendukung MoA tersebut dan berharap agar DKTB dan FIB USU dapat bersinergi dengan Pemerintah Kota Tanjungbalai dalam berbagai upaya demi terwujudnya Tanjungbalai menjadi Kota Pariwisata Budaya. (aw/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR