Foto ilustrasi: Kemeriahan Festival Budaya Medan. (ist)

AKANKAH kesenian di Medan akan bisa menggeliat tanpa ada Dewan Kesenian Medan? Cukup lama kesenian di Medan ibarat pohonan hidup segan mati pun tidak mau. Jangankan pupuk, lahan pun hanya diberikan sekedarnya. Beda dengan ibukota provinsi lainnya, yang sudah lama menggeliat, sebab diberikan ‘suntikn’ dana bagi pelaku seni dan diberikan fasilitas gedung yang cukup standar. Jadi, jangan heran kalau sulit mencari gedung kesenian yang standar ada di kota Medan.

Foto ilustrasi: Kemeriahan Festival Budaya Medan. (ist)
Foto ilustrasi: Kemeriahan Festival Budaya Medan. (ist)

Ketika Wali Kota Medan dijabat Rahudman Harahap, seniman Medan sempat menggelar Musyawarah Seniman Medan (MSM), Senin (25/2/2013) di Gedung Taman Budaya Sumatera Utara (TBSU). Musyawarah akan dilasanakan hingga 27 Februari 2013 dan mebahas mengenai program kesenian jangka panjang. Tapi, rapat dipimpin oleh Ketua Panitia Musyawarah Seniman Medan, Jaya Arjuna didampingi Arie F Batubara sebagai Steering Committ tidak mendapatkan kesepakatan untuk mencari sosok seorang calon Ketua Dewan Kesenian Medan (DKM).

Agaknya, di Medan menjadi Ketua DKM begitu pentingnya, sehingga sekian lama jabatan itu kosong. Akibatnya, aspirasi pekerja seni di Medan sulit ‘ditangkap’ oleh Pemko Medan, disamping Pemko Medan sendiri pun tidak mau tahu dengan dunia kesenian di kota yang dulu banyak melahirkan seniman ini. Maka, diperlukan sosok DKM yang mampu menjembatani kepentingan Pemko dan para pekerja seni di Medan. Tidak hanya itu, sosok Ketua DKM pun diharapkan mampu mengayomi seluruh bidang kesenian yang ada dan bisa menjadi contoh yang baik.

MUSYAWARAH

(MKM) yang telah dibentuk telah diberikan wewenang untuk menyelenggarakan Musyawarah Masyarakat Kesenian Medan. Untuk mendapatkan Ketua dan Kabinet Dewan Kesenian Medan priode 2016-2020, maka MKM akan menggelar Musyawarah Masyarakat Kesenian Medan pada 26 Maret 2016 mendatang,.

Ketua MKM, Choking menyebutkan Musyawarah Kesenian Medan dilaksanakan berdasarkan Perwal Medan No. 10 Tahun 2016 tentang Majelis Kesenian dan Dewan Kesenian Medan, menyusul telah dikukuhkannya MKM pada 5 Agustus 2015 melalui SK Walikota Medan No.430/723.K/IV/2015 ttgl. 27 April 2015.

Konon, Musyawarah Kesenian Medan tahun 2016 akan diikuti 200 peserta terdiri dari seniman, kritikus/pengamat/pemikir/peneliti seni, pendidik/akademisi seni, kurator/fasilitator seni, serta peninjau dari berbagai kalangan pemerintahan, lembaga legislatif dan lainnya.

Adapun contact person untuk bidang Seni Teater adalah Hadi Ucok Hutagalung (Hp. 082166200752), Tari (Syahbilal, Hp. 081361371943), Sastra (Bambang Sumantri, Hp. 081260495590), Sinematograpy & Multimedia (Darma Lubis, Hp. 085370631350), Musik (Dt. Ahmad Fauzy, Hp. 08126418484) dan Seni Rupa (Togu Sinambela, Hp. 082168522158).

Musyawarah Kesenian Medan ke-I/Tahun 2016 yang dijawalkan berlangsung selama satu hari ini, diharapkan dapat memilih kandidat calon anggota Dewan Kesenian Medan priode 2016-2020, sekaligus menyusun program pembangunan kesenian Kota Medan dan database masyarakat kesenian Medan.

Akankah MKM bisa mendapatkan DKM yang berkwalitas? Semoga saja, hal itu dapat terwujud. Sebab, Medan sudah layak menjadi kota yang  berbudaya. (ab/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR