Leo krisi poster tmii

Anjungan Sumatera Utara Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menggelar konser yang bertajuk ‘Konser Rakyat Leo Kristi’ yang akan digelar pada Sabtu, 1 November 2014, 19.00 WIB. Acara ini sekaligus peluncuran album ke-13 pemusik troubadour asal Surabaya berusia 65 tahun ini. Uniknya akan disajikan dalam format musik orkestra. Singgih Sanjaya, dosen musik ISI Jogja yang beberapa tahun belakangan memimpin aubade 17 Agustus di istana, mengaransemen 12 lagu Leo Kristi.
“Acara ini akan menarik. Ini sesuatu yang luar biasa. Semangat berkesenian yang begitu kental, membuat kami tertantangan untuk menyelanggarakannya,” kata Kepala Anjungan Sumut TMII, Tatan Daniel, Sabtu (1/11/2014).

Dalam acara tersebut, sedikitnya 50 musisi tiup, gesek, petik, dan perkusi memainkannya, selain melibatkan paduan suara dewasa dan anak-anak. Dua penyanyi tamu, Berlian Hutauruk dan Trie Utami, dilibatkan dalam album ini. Juga dua gitaris top asal Bali, Balawan dan Dewa Budjana, serta dua pemusik kontemporer asal Malang, Wukir Suryadi dan Redy Eko Prastyo.

Album Hitam Putih Orche berawal dari ide Andang Bachtiar, doktor geologi yang kini anggota Dewan Energi Nasional, dalam obrolan santai di tepi Setu Babakan, Jakarta, pada awal 2014. Lalu LKers –sebutan untuk Komunitas Pecinta Musik Leo Kristi— menggodok rencana produksi album ini di kota asalnya, Malang, dan rumahnya di Bekasi. Akhirnya disepakati untuk mewujudkan obsesi lama Leo Kristi: rekaman album orkestra, agar lagu Konser Rakyat menjadi seri nyanyian Nusantara, bahkan mendunia. (gr)

Teks gbr; Poster ‘Konser Rakyat Leo Kristi’ (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR