MEDAN – ‘My Body’, sebuah tari kontemporer menjadi sebuah karya tari yang berbeda pada acara, pentas tari ‘Komunitas Tari dan Musik’ di open stage Taman Budaya Sumut, Jumat, (31/1/2019).

‘My Bod’y ditarikan okeh Donny Simanjuntak. Seorang penari lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogya. Anak muda ini menari deNgan mengandalkan tubuhnya sebagai satu satunya media dalam menyampaikan gagasan.

Pertunjukan Tari Ghulur Karya Hari Ghulur

Selain ‘My Body’ ada juga tari berjudul, ‘Limbah Sampah’, sebuah tarian apik, karya Nurul Huda Spd dan Syafrida Spd, dari sanggar binaan PTPN 2, Tanjung Morawa, Sumatera Utara.

Karya ini bercerita tentang bagaimana masyarakat masih belum sadar terhadap bahaya sampah. Kemudian sepertinya kedua koreografer ini ingin mengajak masyarakat untuk memanfaatkan sampah menjadi karya seni daur ulang.

Ada delapan kelompok tari di Sumut yang ikut mengisi acara yang digagas oleh Syahrial Felani dan Dilinar Adlin ini. Acara ini rutin dilaksanakan setiap bulan pada Jumat Malam kedua.

“Pertunjukan ini merupakan kali yang ke dua. Yang pertama sekaligus merupakan pembuka acara ini. Kita berharap ini bisa menjadi ajang dan wadah bagi para penari Sumut dan unjuk karya tari, ” kata Syarial diamini Dilinar usai acara.

Pantauan gapuranews.com antusian penari dan penonton sangat terasa malam itu. Ada sekitar seratusan penonton husuk menyaksikan tarian demi tarian hingga selesai. Bahkan ada penonton dari Singapura yang sedang berlibur di Medan.

Begitu juga para penari. Tidak hanya terdiri dari para remaja tapi juga anak anak. Salah satu tarian yang juga menarik untuk ditonton adalah, “Putri Bunian” dari Sanggar Tari, Cipta Pesona.

Tari ini menceritakan tentang seorang Putri Bunian yang jatuh cinta kepada seorang pemuda dari manusia biasa. Akhirnya si pemuda dibawa ke alam ghaib dan menjadi pasangan hidupnya. (aba)

TINGGALKAN KOMENTAR