Bamboe Koening Restaurant - Bali / Effan Adhiwira

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) menyelenggarakan  kegiatan  ‘Tourism Planning Forum and Tourism Design and Prototype Conference’.

Gelaran acara ini dalam rangka memfasilitasi pertemuan antara Arsitek, Ahli Tata Kelola Kota serta Ahli Pariwisata,

“Demi membangun sinergi dengan  Dinas Pariwisata dan Bappeda Propinsi, Konsultan Pariwisata serta Akademisi,” kata Asisten Deputi Pengembangan Infrastruktur dan Ekosistem Pariwisata, Frans Teguh, dalam acara konferensi hari ke-2 di Hotel Merlynn Park, Jakarta Pusat, Jumat (27/11).

Dijelaskan Frans, Kemenpar selama ini memperhatikan banyak pihak yang berkiprah pada area ini, dan telah menunjukkan keberhasilan dalam mengembangkan suatu kawasan pariwisata.

“Hal inilah yang ingin dijadikan pembelajaran dan disebarkan kepada semua pihak-pihak terkait untuk mendukung percepatan pembangunan kepariwisataan nasional yang berdaya saing,” lanjut Frans.

Masih menurut Frans, saat ini pariwisata Indonesia membutuhkan contoh “Best Practice” dari berbagai pihak yang telah berkecimpung dalam bidang planning  (perencanaan) dan design (perancangan) suatu kawasan pariwisata, agar dapat menjadi hikmah pembelajaran bagi stakeholder (pemangku kepentingan) pariwisata yang telah turut serta memajukan kepariwisataan Indonesia selama ini.

“Pembangunan kawasan pariwisata yang seimbang dan berkelanjutan yang meliputi aspek sosial, lingkungan, budaya dan ekonomi, merupakan cita-cita yang ingin dicapai. Namun sejauh ini banyak pihak menilai pembangunan pariwisata berbasis kawasan, masih kurang memiliki daya saing. Karena lemahnya aspek perencanaan dan perancangan,” kata Frans.

Seusai berbicara dalam konferensi, kepada Gapuranews.com, Frans menegaskan keseriusan Kemenpar  untuk terus mengembangkan ciri khas arsitektur daerah hingga ke seluruh wilayah Indonesia, “Misalnya bangunan berbentuk rumah adat, menonjolkan simbol-simbol yang terdapat pada setiap rumah adat sebagai suatu identitas suatu daerah,” tandasnya.

Acara ini diselenggarakan selama dua hari dari 26-27 November 2015, yang diikuti oleh pemangku kepentingan pariwisata yang meliputi perwakilan Dinas Pariwisata Propinsi dari seluruh Indonesia, perwakilan Asosiasi dan Industri Pariwisata, para perencana dan perancang yang berkecimpung di bidang kepariwisataan.

Gelaran acara ini juga melibatkan perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang telah memenangkan berbagai sayembara perencanaan, perancangan kawasan di Indonesia. (Nenny)-phs

TINGGALKAN KOMENTAR