Ilustrasi panorama Kayong Utara (ist)

BUPATI KAYONG UTARA Hildi Hamid mengatakan wilayahnya siap menjadi tuan rumah ‘Sail Karimata 2016’ yang akan digelar pada 16-21 Oktober 2016 mendatang. Untuk kegiatan itu setidaknya akan menghabiskan dana sedikitnya Rp36 triliun. Puncak acara ini akan dihadiri berbagai budaya dari Sabang sampai Merauke. Selain itu akan diikuti oleh peserta dari seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, Jerman, Jepang, dan lain-lain.

Ilustrasi panorama Kayong Utara (ist)
Ilustrasi panorama Kayong Utara (ist)

Sejak dini, pihaknya sudah mulai bekerjasama dengan berbagai stackholder khususnya dari pusat seperti kementerian kelautan dan perikanan (KKP), pemeruhama rakyat untuk menata pemukiman sekitar danau Datuk Sukadana yang akan menjadi pusat dan puncak acara tersebut, kementerian lingkungan dan kehutanan di mana 40 % wilayah Kayong Utara ini adalah hutan lindung dan taman nasional.

Kemenetrian ESDM terkait kebutuhan listrik dan sebagainya, Bupati Kayong Utara Hildi Hamid menegaskan jika Kabupaten Kayong Utara merupakan daerah tertinggal, dengan pendapatan aseli daerah (PAD) hanya Rp 629 miliar per tahun, namun sudah maju dalam meningkatkan anggaran pendidikan (36%) atau pendidikan gratis selama 12 tahun (SD-SMP.) untuk sekitar 100 anak ke Jawa jumlah seluruhhya 609, kesehatan (89%) BPJS, dan pembangunan infrsatruktur. Sehingga Pemda Kayong Utara yang baru berdiri pada tahun 2007 sudah itu sudah banyak memberikan beasiswa pendidikan kepada putra-putri daerah.

Kabupaten Kayong Utara teriri dari 6 Kecamatan memiliki 1500 tenaga kesehatan, implelemntasi UU Desa sebagai satu-satunya desa yang mendapat alokasi anggaran lebih dari Rp 1 miliar. Dn meski sebagai daerajh tertinggal namun untuk pertanian Kayong Utara tahun 2015 ini surplus beras sebesar 26 ribu ton. Pertumbuhan ekonomi 5,6 % terus melanjutkan pendidikan dan kuliah sampai perguruan tinggi.Khusus untuk pendidikan sebesar 36 % putus SMP, dan 16 % putus SMA, dan 70 % perlu motivasi untuk Bupati belum punya rumah dinas dan sementara ini menempati rumah Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Odang (OSO) yang sederhana dan terletak di pinggir pantai tersebut.

Reformasi birokrasi satu-satunya daerah yang cepat melakukan lelang jabatan, Kabupaten Kayong Utara adalah sebuah kabupaten di provinsi Kalimantan Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Sukadana. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2007 pada tanggal 2 Januari 2007.

Kabupaten Kayong Utara adalah 1 dari 16 usulan pemekaran kabupaten/kota yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat pada tanggal 8 Desember 2006. Pantai Pulau Datok adalah salah satu taman wisata alam yang ramai dikunjungi pada saat liburan atau hari biasa. Kawasan ini tergolong ramai bahkan dapat disebut sebagai tempat wisata yang nomor satu (terbanyak pengunjungnya). Tiap tahun wisata pantai ini menyedot ribuan pengunjung yang datang dari berbagai kecamatan di wilayah kabupaten Ketapang. Pantai yang teletak di kawasan Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) ini memiliki panorama alam yang indah.

Bupati Kabupaten Kayong Utara H Hildi Hamid (ist)
Bupati Kabupaten Kayong Utara H Hildi Hamid (ist)

Perpaduan antara pantai dan bukit serta teluk merupakan tempat yang ideal untuk parawisata. Pada saat musim liburan dan lebaran, pengunjung akan semakin banyak datang ke pantai Pulau Datok. Seiring dengan kepedulian pemerintah yang mulai sadar akan potensi pariwisata yang telah ada sejak zaman nenek moyangnya ini, Pantai Pulau Datok (PaPuTok)telah mulai nampakkan keindahan pantai yang tidak kalah bersaing dengan pantai-pantai terbaik Indonesia. Namun Sayang berita menggembirakan ini belum diketahui banyak orang di dalam maupun di luar negeri,sehingga belumbanyak pendapatan daerah yang dapat di ambil dari sektor yang paling potensial di KKU ini.

Oleh karena itu perlu diadakannya iklan yang banyak dan gencar di media Elektronik seperti Televisi (TV), sehingga dapat menarik minat wisatawan domestik maupun asing. Dan Jika Pemerintah KKU dapat menunjuk pengelola yang berkompeten, maka bukan tidak mungkin melalui iklan yang gencar ini akan membangkitkan angka kunjungan ke Kabupaten yang baru terbentuk sejak tahun 2007 ini.

Letaknya yang tidak jauh dari pusat kota Sukadana juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Dengan menggunakan sepeda motor pengunjung sudah dapat mendatangi daerah wisata ini. Dari kabupaten Ketapang saja jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 86 km. Jalan menuju pantai ini relatif baik dengan telah diaspalnya jalan menuju kawasan ini. Letak objek wisata ini juga bisa ditempuh melalui jalan air. Bila anda dari kota Pontianak dapat menuju kawasan ini menggunakan speed boat dari “pelabuhan SENG HI” ke Sukadana, kemudian dilanjutkan dengan perjalan darat sekitar 3 km. Speed boat ini tersedia tiap hari dengan tarif Rp. 175 ribu rupiah, berangkat tiap jam 9 dari palabuhan Speed SENG HI (Depan Vihara).

Biasanya pada bulan Desember – Januari merupakan saat yang tepat untuk melakukan wisata mengunjungi kota tertua di Kalimantan Barat ini karena pada bulan-bulan ini penduduk setempat sedang melakukan panen durian. Biasanya tiap panen besar atau disebut buah raya penduduk banyak membuat dodol durian yang di daerah setempat disebut lempok, lempok-lempok produksi Kabupaten Kayong Utara ini sudah sering dipamerkan pada acara-acara jajanan daerah, bahkan sudah menembus pasar dunia.

Durian asli dari daerah ini juga sering dijual keluar kabupaten dan biasanya tujuan utamanya ke daerah Kabupaten Ketapang. Selain memiliki rasa yang khas durian dari Sukadana ini juga memiliki keanekaragaman varitasnya (variant), sehingga cocok untuk para ilmuwan yang akan meneliti buah durian di kawasan ini.

Tak hanya durian, monyet, hewan dan orang utan (Pongo pygmaeus) pada saat panen durian juga datang ke kebun-kebun buah pada siang hari, sehingga saat ini juga merupakan saat yang tepat untuk meneliti perilaku satwa orang hutan langsung di habitatnya. Jadi sambil berwisata kuliner pegunjung juga dapat menikmati kehidupan binatang liar yang tedapat di daerah Sukadana ini. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR