Foto: Kegiatan Jamu Laut di Pantai Cermin, Sergai, Sumut (ist)

JAKARTA – Jamu Laut adalah sebuah ritual budaya yang rutin dilakukan di wilayah pesisir Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Kali ini Jamu Laut di gelar Kec.Pantai Cermin. Gelaran Jamu Laut yang dilaksanakan selama 6 hari, mulai 16-22 di Pantai cermain, Sergai, Sumatera Utara.

Dalam acara tersebut,  ritual penyembelihan kerbau yang dilakukan pukul 00.00 WIB. Sebelum dibawa ke tengah laut, kerbau itu  ditepung tawari sebagai ritual adat. Dagingnya dimasak untuk makanan masyarakat yang hadir dalam acara Jamu Laut.  Kulit, tulang dan kepala kerbau disatukan kembali seperti kerbau hidup, lalu diceburkan di tengah laut pada pukul 12.00 Siang hari, Selasa (18/7/2017).

Jamu laut merupakan salah aikon yang diangkat dalam kegiatan ini yang merupakan warisan budaya masyarakat pesisir khususnya nelayan Pantai Cermin yang secara turun temurun tak pernah di lupakan.

Dalam rangkaian Jamu Laut digelar juga berbagai kegiatan seperti Lomba Membubul Jaring (merajut jaring nelayan), lomba Layang Layang, Lomba Dayung Sampan, Lomba Menghias Sampan, Lomba Tarian Melayu, dan Lomba Kuliner Melayu. Digelar juga olahraga yakni lomba voli pantai.

Selain itu, untuk menghibur masyarakat dan pengunjung wisata dihibur dengan berbagai acara budaya diantaranya festifal melayu, Gondang, kuda lumping, Reog, teater melayu dan wayang orang menunjukkan keberagaman masyarakat serdang bedagai.

PRIHATIN

Bupati Serdang Bedagai Ir. H. Soekirman prihatin, karena semakin pudar semangat untuk melestarikan budaya daerah dikalangan masyarakat khususnya pemuda-pemuda.

Hal ini merupakan akibat dari adanya globalisasi dan pesatnya perkembangan internet. Kehadiran teknologi informasi dan komunikasi mempercepat globalisasi dan pada kenyataannya telah mempengaruhi berbagai aspek kehidupan termasuk terhadap kebudayaan suatu daerah.

Demikian disampaikan Soekirman saat membuka acara Seminar Gelar Tradisi Masyarakat Pesisir Sergai Tahun 2017 bertempat di aula Theme Park Resort Kecamatan Pantai Cermin, Senin (17/7/2017).

Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa (YME) dan Tradisi Kemendikbud RI Dra. Sri Hartini, M.Si, Koordinator kegiatan Drs. Sri Guritno, Kadis Pora Parbud Sergai Drs. Santun Banjarnahor, Ketua HIMASDAT Sergai Syahril Matondang, Camat Pantai Cermin Imran Doni Fauzi, Muspika Kecamatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta masyarakat pesisir.

“Padahal kuliner budaya kita beraneka ragam dan enak rasanya serta banyak tradisi-tradisi unik untuk kita pelajari dan lestarikan. Jika kita mengatakan demikian bukan berarti kita anti dengan budaya lain, tetapi generasi muda kita harus jeli dan bijaksana untuk memilah dan memilih setiap kebudayaan yang masuk ke negara kita.”

Dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan selama 5 (lima) hari kedepan, dahulunya merupakan tradisi yang tetap dilaksanakan pada waktu tertentu oleh para orang tua dan leluhur kita, untuk itu Pemkab Sergai sangat mendukung diadakannya kegiatan ini karena tradisi ini sudah langka dan perlu adanya pelestarian agar tidak punah.

“Siapa lagi yang peduli jika bukan kita, oleh karenanya hal tersebut perlu dilakukan bimbingan dan pengembangan sebagai upaya menumbuh kembangkan dan melestarikan kebudayaan bangsa daerah terkhusus budaya yang ada di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat,” katanya. (bai ombak/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR