Istana Maemon, Medan, Suamtera Utara akan menjadi ajang penghargaan Apresiasi Film Indonesia (AFI) pada 13 September 2014. Acara ini untukk etiga kalinya AFI akan digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), didukung oleh Badan Perfilman Indonesia (BPI).

Bertempat di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Kamis (24/7), AFI 2014 diluncurkan di hadapan puluhan media. Hadir dalam acara peluncuran; Direktur Jenderal Kebudayaan, Kacung Marijan; Pengurus Badan Perfilman Indonesia, Kemala Atmojo; Ketua Panitia AFI 2014, Robby Ertanto; Aktris Raline Shah dan para dewan juri.

Dirjen Kebudayaan Kacung Marijan mengatakan, AFI merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap sineas tanah air yang ditujukan guna meningkatkan apresiasi dan kecintaan masyarakat terhadap film-film Indonesia. Dalam ajang ini, 17 Piala Dewantara akan diperebutkan melalui beberapa kategori yang dilombakan.

“AFI adalah penghargaan dan perayaan atas pencapaian insan film Indonesia, sekaligus merupakan pengingat bahwa kualitas dan kuantitas yang telah dicapai harus selalu memiliki sumbangan kepada budaya dan bangsa Indonesia,” pendapat Alex Komang, aktor yang juga menjabat sebagai Ketua Umum BPI.

Dewan Juri AFI 2014 akan diisi oleh para ahli dari berbagai bidang. “Tim juri berasal dari sembilan profesi berbeda; Sheila Timothy (produser), Lasja Fauzia (sutradara), Alex Komang (aktor), Hafiz Rancajale (penggiat komunitas film), Totot Indarto (pengamat film), AS Laksana (penulis), Hilmar Farid (akademisi), Kemala Atmojo (wartawan), dan Nirwan Dewanto (budayawan). Dengan komposisi juri yang beragam, kami optimis AFI tahun ini akan menuai sukses seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Robby Ertanto, Ketua panitia AFI 2014

Pengumuman Nominasi Penerima Penghargaan Piala Dewantara akan diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 8 September 2014.

Serangkaian kegiatan diadakan untuk memeriahkan Apresiasi Film Indonesia 2014 antara lain diskusi dan workshop film di Jakarta, Bandung, Makassar dan Medan.

Malam Puncak Apresiasi Film Indonesia tahun 2014 akan disiarkan langsung dari lstana Maimun, Medan, pada tanggal 13 September 2014.

Sebelum penyelenggaraan Malam Puncak Apresiasi Film Indonesia akan diadakan workshop apresisasi film, pameran komunitas dan sejarah bioskop serta pawai artis di Kota Medan mulai tanggal 12 September 2014. (afi/gardo)

TINGGALKAN KOMENTAR