Teater Koma pentasan Inspektur Jenderal (ist)

TEATER Koma selalu tampil beda. Teater yang sudah berkiprah di dunia panggung sejak 38 tahun lalu ini, menampilkan reportoar “Inspektur Jendral” diangkat dan disadur dari naskah teater klasik Rusia berjudul “Revizor” karya Nikolai Gogol yang dipublikasikan pada tahun 1836.

Teater Koma pentasan Inspektur Jenderal (ist)
Teater Koma pentasan Inspektur Jenderal (ist)

Inspektur Jendral mulai digelar hari ini, Jumat (6/11/2015) hingga 15 November di Gedung Kesenian Jakarta. Untuk harga tiketnya mulai dari Rp75 ribu hingga Rp350 ribu.

“Kalau kita pakai konsep wayang, diharapkan semua hal bisa masuk dari yang ada dulu, kini, dan ke depan tetap bisa masuk,” ujar Nano saat ditemui di Gedung Kesenian Jakarta, Kamis (5/11/2015)

Pendiri Teater Koma ini mengatakan, kisahnya menggabungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam banyak hal seperti, isu yang masih menjadi sorotan, atau bahkan secara sederhana melihat pakaian dalam pertunjukan. Inspektur Jendral sendiri kisah utamanya adalah mengenai korupsi.

“Cerita ini kan tentang korupsi, korupsi itu sebetulnya sebuah kenyataan yang orang perlu sadari kalau terjadi apa tidak. Korupsi kan sudah ada dari dulu banget, sebelum pelacuran ada korupsi, itu sudah ada,” katanya.

Untuk kostum, pertunjukan ini tidak sembarangan mengambil tema Teater Koma memadukan pakaian khas Eropa dengan pakaian yang identik dengan pewayangan seperti batik, selendang dan lainnya.

Nano Riantiarno juga mengaku merasa puas dengan pertunjukannya kali ini. “Saya nonton pertunjukan tadi dari awal sampai akhir. Menurut saya mereka bagus, dan spontanitas mereka cukup bagus,” ucapnya.

Pentas ‘Inspektur Jenderal’ mengisahkan perang antara negeri Astina dan Amarta. Untuk mempersiapkan perang, ibukota Astinapura mengirim Inspektur Jenderal untuk menyelidiki kota kecil pimpinan Walikota Ananta Bura. Walikota dan para pejabat khawatir karena mereka terlibat korupsi. Mereka berunding dan sepakat untuk menyuap Inspektur Jenderal agar kebusukan korupsi mereka tidak terungkap.

Pentas ini akan melibatkan berbagai aktor terkemuka dari Teater Koma seperti Budi Ros, Ratna Riantiarno, Sari Madjid, Dorias Pribadi, Emmanuel Handoyo, Supartono JW, dan Asmin Timbil. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR