Foto ilustrasi: Monumen Tugu Yogyakarta. (ist)

YOGYAKARTA – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meminta Pemerintah Provinsi DIY untuk fokus menggarap sektor pariwisata dan pendidikan, sebagai sektor unggulan DIY.

“Kami meminta Pemprov DIY untuk fokus menggarap sektor pariwisata dan pendidikan, sebab kedua sektor itu menurut kami yang menjadi sektor unggulan DIY,” ujar anggota Dewan Kehormatan Hipmi DIY Rahadi Saptata Abra dalam diskusi Hipmi, di Yogyakarta, Selasa (25/10/2016).

Ia mengatakan, berdasarkan data pemerintah, sektor pariwisata dan pendidikan DIY menjadi primadona dalam meningkatkan perekonomian daerah.

Apalagi, kata dia, DIY juga memiliki berbagai situs budaya, Keraton, dan sejumlah besar perguruan tinggi ternama di Indonesia.

“Karena itu, kedua sektor tersebut harus dioptimalkan oleh Pemprov DIY untuk menghasilkan penerimaan daerah yang signifikan. Jadi sebaiknya jangan terlalu banyak hal yang ingin dikerjakan, fokus saja dulu pada hal-hal yang ada di depan mata,” terang Abra.

Selain itu, katanya, sektor pariwisata dan pendidikan juga sebaiknya dikembangkan dengan membentuk sistem konsorsium, sehingga bisa menggandeng lebih banyak tenaga kerja dan pengusaha muda di dalamnya.

Bahkan, pembentukan konsorsium juga dipastikan akan menciptakan semakin banyak lapangan kerja bagi masyarakat, dan menciptakan komunitas yang fokus mengembangkan sektor pariwisata dan sektor pendidikan, kata Abra.

“Artinya, dengan konsorsium itu maka sistem perekonomian masyarakat yang fokus mengembangkan sektor pariwisata dan pendidikan, akan semakin kuat. Implikasinya, tentu saja akan berdampak pada perekonomian masyarakat setempat, dan perekonomian DIY secara umum,” ungkap Abra. (at/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR