by

Harga Tiket Lokal Mahal, Pelaku Wisata Alihkan Paket Wisata ke Luar Ngeri

MEDAN – Untuk skala tingkat Provinsi Sumatera Utara bisalah dunia pariwisatanya ‘tersenyum’ karena Presiden Joko Wiodo telah mengeluarkannya PP no 49 thn 2016 tentang Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba.

Dimana badan ini akan bekerja selama 25 tahun untuk kemajuan Pariwisata Danau Toba. Di tambah lagi selain presiden mengeluarkan PP no 49 Thn 2016 ini Jokowi juga telah secara resmi membuka pemakaian jalan Tol Kualanamu – Tebing Tinggi pada tgl 10 Oktober 2017 lalu.

example banner
Managing Director Widy Holidays Tour, H.Amsyal (ist)

Managing Director Widy Holidays Tour, H.Amsyal menyambut positif Dengan dibangunnya infrastruktur di Sumatera Utara.

“Nantinya pembanguanan jalan tol ini akan terus di laksanakan hingga sampai ke Danau Toba.Jika Medan- Danau Toba selesai akan terasa singkat waktunya dari Medan ke Danau Toba dan makin banyaklah wisatawan datang ke Danau Toba dan Medan,” kata H. Amsyal, Minggu (17/2/2019).

Pihaknya sangat bergembira ketika Presiden Ir. Joko Widod (Jokowi) pada tanggal Tgl 28 Oktober 2017 meresmikan Bandara Silangit jadi bandara International. Penerbangan perdana Silangit – Singapore. Bandara ini sudah memenuhi katagori untuk pendaratan penerbangan pesawat berbadan besar seperti Boing 373.

“PT.Angkasa Pura II telah menambah overlay panjang landasan sudah 2.650 meter. Sebelumnya yang tidak dapat untuk lending pesawat berbadan besar hanya pesawat Susi Air yang di carter Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk kepentingan pemerintahan dan di sediakan bangku untuk tamu tamu VIP,” bebernya.

Ia pun bercerita, bahwa Susi Air kini sudah tidak peroperasi lagi semenjak PT. Garuda Indonesia (Persero) Tbk membuka penerbangkan perdana Jakarta – Silangit tgl 22 Maret 2016 dengan frekuensi 3 kali sepekan menggunakan pesawat jenis Bombardier CRJ-1000 NextGen “Explore Jet” berkapasitas 96 penumpang dan disusul dengan beroperasinya Sriwijaya pun telah ikut meramaikan Silangit.

“Harapan untuk kemajuan dunia pariwisata di kawasan Danau Toba yang pada saat ini pemerintah dalam hal ini Menteri Pariwisata menetapkan Danau Toba adalah salah satu dari 10 Destinasi wisata prioritas,” bebernya.

Harapan ini, lanjutnya, bukan saja harapan pemerintah atau masyarakat sekitar Danau Toba saja tapi telah menjadi harapan bagi pelaku Pariwisata Pelaku Pariwisata (Tour & Travel, Hotel, Guide, rumah makan, Kapal wisata di Danau Toba, toko oleh oleh dan banyak lagi yang menikmati dampak di bangunnya Tol dan bandara ini.

BERDUKA

“Dalam dua bulan terakhir ini sangatlah berduka bagi Pelaku Pariwisata di seluruh Indonesia dan sekitar Danau Toba yang berdampak juga untuk Kota sekitar Danau Toba. Seperti Kabupaten Karo, Kota Medan, Nias, Bukit Lawang, Tangkahan dan tempat tempat wisata lainnya di Sumut,” bebernya dengan prihatin.

Widy Holidays saat bawa romobongan ke Vietnam (ist)

Menurutnya, kondisi itu lantaran mahalnya harga tiket dari dan ke Kualanamu dan ke Silangit yang sekrang sudah berganti nama Bandara International Sisingamagaraja XII. Kenaikan harga tiket di mulai pertengahan tahun 2018 hingga saat ini di tambah pula bagasi yang mulai harus berbayar oleh Lion dan Wing serta akan menyusul beberapa maskapai penerbangan lainnya memberlakukan bagasi harus bayar.

“Ironis memang karna kenaikan harga ticket tersebut persentase kedatangan Wisatawan ke berbagai daerah di Indonesia termasuk Sumut makin berkurang hampir 80 %,” Latanya.

PINDAH KE LUAR NGERI

Ia mengatakan, sebagai Managing Director sekaligus Owner PT.Widy Cahaya Cemerlang (Widy Holidays) di Medan, kebanyakan pengusaha yang bergerak di bidang pelaku pariwisata sudah mulai memutar taktik pemasaran demi kelangsungan hidup Perusahaan.

Hal itu tak lain lantaran mati surinya dunia pariwisata Indonesia. Mulailah wisatawan Indonesia rame-rame Tour ke Luar Negri sperti Thailand, Malaysia, Singapure, Brunai, termasuk Korea dan Jepang.

“Kondisi ini dikawatirkan target pemerintah untuk, mendatangkan wisata tidak akan tercapai. Pihak kami saja dalam dua bulan ini sudah memboyong rombongan Tour ke Thailand dan Kuala Lumpur dikarnakan Biaya Tour jauh lebih murah ke luar negri ketimbang dalam negri,” tegasnya.

Sebagai contoh, kata H. Amsyal, saat ini tiket Medan – Thailand (Bangkok) cukup membayar ticket PP Rp 1.900.000 sedangkan ke Jakarta sekali jalan menjapai Rp 1.900.000 itu belum termasuk Bagasi.

“Bagai mana tidak dengan tour ke Thailand (Bangkok dan Pattaya, red) 4 hari 3 malam di patok harga hanya Rp 4.100.000 sudah termasuk tiket Pesawat PP, Hotel, Bus Pariwisata, makan selama tour, ticket masuk tempat wisata yang di kunjungi, jadi peserta tournya tinggal bawa uang sekedar untk membeli oleh-oleh saja,” ucapnya.

Wisata Konservasi Gajah di Tangkahan Sumut (ist)

Sebaliknya, tour ke Jogja pada saat ini tidak cukup 6 juta apalagi tour ke Bali, bagaimanalah pariwisata kita akan maju kalau begini seterusnya. Sedangkan usaha pemerintah dalam hal ini Meteri Perhubungan tidak nampak berpihak ke dunia Pariwisata di karnakan harga ticket tak sanggup di turunkan oleh Pemerintah dan bahkan di setujui bagasi berbayar.

“Saya sangat berharap kepada pemerintah agar secepatnya mengambil tindakan agar pariwisata kita ini bisa maju kembali seperti semula. Tapi kalau tiket masih seperti sekarang harganya di kawatirkan banyak pelaku parawisata menutup usahanya yang telah di rintis bertahun tahun. Dengan menutup usaha akan ikut korban keluarga anak istri si Pelaku Pariwisata tersebut maka akan bertambahlah pengangguran dan berkurang pendapatan pemerintah dari sektor pariwisata,” tegasnya. (**/gr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed