Foto: Antologi Puisi Islami. (ist)

BOGOR – Kini membuka referensi sekaligus Antologi Puisi Islami dengan judul buku ‘Syair, Syiar & Syar’i’.

Antologi puisi dari sejumlah penyair tanah air menarik untuk dibaca dan dijadikan bahan untuk lomba baca puisi maupun kajian dan apresiasi. Selain karyanya orsinil juga amat menyentuh kalbu. Buku kumpulan puisi ini diterbitkan oleh Pustaka Pintar Kota Depok tahun 2018.

Kita lihat di buku ini halaman 156, 157 dan 158 artinya puisi karya Rida Nurdiani dimuat tiga judul yaitu; Ruwatan Bumi, Tawadhu, dan Zikir Dedaunan.

Untuk lebih detail sebagai bahan apresiasi puisi ditulis utuh:

I. RUWATAN BUMI

Assalamualaikum
Kau berkehendak untuk menciptakan langit dan bumi
Maka itu adalah kuasa-Mu.

Assalamualaikum
Jejak langkah dari gerak isi perut bumi
Dari makhluk hidup yang amat kecil bahkan tak tampak di mataku
Engkau jadikan perlambang kekuasaan-Mu
.

Ada makhluk raksasa menjadi penguasa , ia takkan kuasa melawan-Mu karena ia makhluk-Mu.

Dari yang amat terang hingga lorong gelap Engkau tetap menatapnya tanpa ada iba dan takut padanya
Ia adalah ciptaan-Mu.

Langit merupakan jawaban kekuasaan-Mu
Bumi adalah bukti eksistensi-Mu.

Assalamualaikum
Ruwatan bumi takdir-Mu
Aku pun takdir-Mu.

(Pamoyanan, Maret 2018)

Sampul buku Antologi Puisi Islami. (ist)

II. TAWADHU

Bersimpuh setiap waktu
Tengadah memanjat do’a
Tasyakur gerak tubuh yang bersyukur
Aku malu ya Allah
Keringat dosa
Nafas dosa
Langkah dosa
Makan dosa
Minum dosa
Dari ria hingga ingin terpuji.

Tak seberapa tawadhuku pada-Mu
Jika keluh kesah menjadi pardhu karena cemas dan ketakutan
Aku belum ikhlas ketika mengucap tahmid dan takbir pada-Mu
Ketika suaraku ingin terdengar merdu
Ketika berpakeanku bagian dari bersolek yang hanya membuat iri orang lain.

Ya Rabb
Gemuruh pardhu menjadi tuntutan bukan kesadaran
Apalagi seluruh gerak dan ucap ikhlas karena-Mu
Begitu jauh perjalananku
Mencari kemakrifatan-Mu.

Ya Rabb
Bimbinglah langkah ini
Untuk mengenal-Mu
Hidup matiku bersama-Mu.

(Pamoyanan, Maret 2018)

III. ZIKIR DEDAUNAN

Angin berdesir menuju pantai kehidupan
Angin menerpa Kebun Raya jatuh di Istana
Begitu bahagia ketika do’a yang tersisa membuat dedaunan itu mengucap kalimat:
Hanya zikir yang membuat rindu.

Takkan kulepas lilitan angin ibarat datangnya cahaya dari pintu-pintu surga
Mentari telah mengawini rembulan sepanjang masa
akbir pun berkumandang saat subuh tiba merenda fajar.

Begitu indah gumaman terdengar sembari menyampaikan harum bunga.
Allah
Allah
Allah
Ya
Rabb
Ya Rahman
Ya Rahim
Kau pertemukan kami dengan keabadian zikirmu yang indah
Membuat kami terpana.

(Bogor, 5 Meret 2018)

Isi puisi terutama yang ditulis Rida Nurdiani alumni FKIP UNPAK Bogor yang juga penggerak literasi di Bogor substansinya cinta dan keagungan hanya kepada Allah Aza Wajalla.

Rida Nurdiani (ist)

BIOGRAFI


Rida Nurdiani, S.Pd. Lahir di Riau, 12 November 1967. Sebelum pindah ke Kota Bogor, Rida mengajar dan awal PNS (ASN) di SMPN 02 Pare-pare Sul-Sel. Kini di SMPN 20 Kota Bogor sejak tahun 2010. Sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra FKIP Univ. Pakuan Bogor banyak menulis disamping mengajar sebagai guru. Menciptakan kelas sastra sebagai Eskul di sekolahnya, juga pengurus Forum Sastra Bogor dan diberikan tugas sebagai koordinator. Sering menjadi pembicara tentang kesusastraan dan litetasi. Sesekali pengisi acara di RRI Bogor dan juri. Tulisannya dimuat di beberapa media lokal dan nasional. Hampir 13 buku Antologi Puisi Nusantara yang memuat tulisannya. Pengurus AMAR (Aliansi Masyarakat Anti Rokok) Email: ridanurdiani67@gmail.com. (***/gr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here