GALERI  Apik Jakarta yang berlokasi di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan  menggelar pameran  koleksi vintage stamps (prangko kuno), dikontraskan dengan koleksi seni rupa kontemporer.

Usia prangko 52 negara yang dipamerkan mencapai usia 50 tahun. Paling muda buatan tahun 1950an. Tidak hanya prangko asal negeri sendiri, prangko kuno dari berbagai belahan dunia lain ada di pameran yang digelar mulai 1 Agustus sampai 1 September 2015 itu.

pranko

Sebut saja dari negara Malaya (saat sebelum berpisah jadi Singapura dan Malaysia), Chekoslavia, Turki, Saudi Arabia, Jerman, Tunisia, Mesir, Belanda, Peru, Hong Kong, Italia, Argentina, Filipina, Meksiko, Thailand, Perancis, Belgia, Finlandia, Uni Sovyet (USSR/CCCP), Jepang, Denmark, Amerika Serikat.

Kemudian Norwegia, Inggris, Australia, Singapura, Spanyol, Senegal, Hungaria, Nigeria, Brazil, Rumania, Ghana, Kuwait, Polandia, Kenya, India, Ekuador, UAE-Sharjah, Switzerland, Cuba, Colombia, New Zealand, Mongolia, Korea, Srilanka, Burundi, United Nations (PBB), Papua Nugini, Republik Cabo Verde (ex jajahan Portugis, dekat Yunani), dan Swedia.

Bahkan, ada prangko sewaktu Filipina masih kepulauan bagian dari Amerika Serikat. Ada juga prangko seri film Little House on the Prairie (Laura Ingals) terbitan USA yang pernah tayang di salah satu televisi di tanah air. Sedangkan perangko Indonesia ada yang terbitan 1958.

Pameran bertajuk “ConTemporary or Temporary: Visual Arts and Vintage Stamps Exhibitions” juga menampilkan sejumlah lukisan kontemporer karya seniman tanah air dan Tiongkok.

“Prangko juga bagian dari seni. Dibuat oleh seniman, dilukis di atas kertas, baru dicetak menjadi perangko,” ungkap Direktur Galeri Apik, Rahmat di Jakarta, Senin (3/8).

Ia mengatakan, prangko adalah bagian dari seni kontemporer. Dibuat sesuai zamannya, guna suatu motif atau berbagai tujuan dan berkonsep demi masa depan.

“Prangko seiring waktu pada akhirnya juga bisa bernilai mahal karena keantikan, keunikan, dan nilai sejarahnya. Sehingga di berbagai belahan dunia diakui memiliki fungsi investasi seperti halnya lukisan. Sebagian prangko bahkan telah bernilai lebih tinggi daripada lukisan,” ujarnya. (gr)

Foto  prangko ilustrasi (ist)

TINGGALKAN KOMENTAR