TAMAN Kuliner Condongcatur Yogyakarta akan menjadi saksi tahunan bagi masyarakat Jogja dan sekitarnya. Kegiatan bergengsi bertajuk Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) mulai digelari hari ini, Rabu, (19/8/2015).

Kemeriahan FKY 27, yang mengusung tema DANDAN, akan digelar selama 18 hari. Dalam jangka waktu tersebut masyarakat dapat menikmati berbagai macam hiburan seni dan budaya, baik tradisi maupun modern kontemporer, serta tidak ketinggalan pula sajian kuliner dan kerajinan kreatif.

Poster-FKY-27 yogya
Poster Festival Kesenian Yogyakarta (FKY) (ist)

Prosesi pembukaan dibuka dengan “Pawai Edan-Edanan” yaitu pawai street performance di sebagian ruas Jalan Kaliurang, yang mengambil rute dari PKKH UGM – Gedung Grha Sabha Pramana – Gedung Rektorat UGM – dan berakhir di Perempatan Selokan Mataram. Pawai yang dimulai pada 15:00 WIB ini akan diikuti 30 kontingen yang berasal dari berbagai kelompok kesenian empat kabupaten dan satu kotamadya Daerah Istimewa Yogyakarta, serta kelompok-kelompok kesenian masyarakat sekitar.

Untuk keperluan acara tersebut, maka sejak pukul 14:00 WIB akan ada penutupan sebagian ruas jalan Kaliurang dan pengalihan arus lalu lintas di sekitar lokasi tersebut, hingga saat selesainya Pawai Edan-edanan tersebut, sekitar pukul 17:30 WIB.

Malam harinya bertempat di Panggung Pasar Seni Taman Kuliner Condongcatur upacara pembukaan FKY 27 dilanjutkan pada 19:00 WIB yang rencananya akan dihadiri dan secara resmi dibuka oleh Gubernur DIY. Acara pembukaan ini diramaikan para penampil seni musik dan tari kontemporer. Beberapa penampil yang akan mengisi acara pembukaan ini antara lain Sanggar Sekar Arum, Mila Art Dance, Karawitan Canda Nada, dan Yogyakarta Symphony Orchestra.

Pelaksanaan FKY 27 ini, selain sebagian besar terpusat di Taman Kuliner Condongcatur, ada beberapa program yang diselenggarakan di luar lokasi ini. Seperti misalnya Pameran PAPERU (Para Perupa Muda) “Laras Sinawang” yang digelar di Sasana Hinggil Yogyakarta, Jogjakarta Video Mapping Project (JVMP) di Panggung Krapyak dan gedung DPRD, serta Teater FKY oleh Kalanari Theatre Movement digelar di bekas gedung bioskop Permata.

Selain menawarkan panggung dan pasar seni budaya, FKY 27 juga memiliki program Sastra – pembacaan prosa, pemutaran Bioskop FKY, serta kegiatan-kegiatan workshop seni rupa, lokakarya, serta diskusi seni yang semuanya terbuka bagi masyarakat luas.

“Misi dan visi FKY tahun ini tersebut, terutama yang berkaitan dengan pelestarian dan pengembangan seni budaya yang tumbuh dan berkembang di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, baik yang telah populer dan terkenal, maupun yang masih berkembang.” Ungap Ari Wulu, ketua panitia FKY 27. (gr)

TINGGALKAN KOMENTAR