[dropcap color=”#888″ type=”square”]F[/dropcap]estival Danau Toba (FDT) dibuak resmi hari ini (17/9/2014) hingga sepekan kedepan. Acara ini digelar oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf).

Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho mengatakan, kegiataan yang akan dilakukan dalam Festival Danau Toba antara lain Lomba Fashion Show, Lomba Renang Rakyat dan Solu Bolon. Semua kegiataan ini akan dilaksanakan di pinggiran Danau Toba.

“Dalam kegiataan ini juga akan mempertunjukkan Budaya dari etnis Kabupaten Toba Samosir beserta perlombaan Fotografi,” katanya.

Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Provinsi Sumatera Utara yang menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer tersebut juga tercatat sebagai danau vulkanik terbesar di dunia. Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir.

Tadinya kegiatan ini bernama Pesta Danau Toba, agar lebih keren, maka diganti menjadi FDT.  Untuk FDT  2014 ini  berpusat di empat lokasi, yaitu TB Center, Lapangan Sisingamangaraja, Sekolah Del, dan dermaga. Pesta Rakyat tahunan kali ini memiliki visi pada 2017 yaitu “Menjadi festival internasional bercitra kuat dan diakui dunia”

Kegiatan FDT 2014 kali ini mengangkat budaya lokal yang dikemas secara profesional. Salah satunya adalah Karnaval Sigale-gale. Acara unik dan penuh warna ini diyakini akan menarik perhatian bukan saja warga lokal atau wisatawan domestik, tetapi juga wisatawan mancanegara.

Jika di hari-hari biasa para wisawatan hanya menyaksikan Sigale-gale di satu tempat saja, lain halnya di FDT 2014, pertunjukannya dibawa melewati suatu rute sejauh 4,5 kilometer. Dimulai dari Lapangan Bola Ambarita sampai ke open stage Tuktuk di Pulau Samosir.

Meskipun bernama  Karnaval Sigale-gale, namun yang digelar lebih dari sekadar satu jenis seni pertunjukan Batak saja. Akan ditampilkan pula Gorga (seni ukir khas batak), Gondang (seni musik khas batak), Topeng Batak, Tandok (wadah dari anyaman khas batak), dan tentu saja keberadaan Ulos yang menjadi ikon Batak di dunia fashion. Kearifan budaya lokal ini dikemas dalam tampilan profesional, sehingga mampu menunjukkan bahwa budaya Batak yang merupakan bagian dari budaya nasional Indonesia, merupakan salah satu keunggulan negeri ini.

Acara menarik lainnya dalam FDT adalah Lake Toba’s World Drum Festival. Ketua Panitia Festival Danau Toba, MSA Marbun, mengatakan, tahun ini selain berbagai lomba, seperti paduan suara atau lomba renang 10 kilometer, festival tahunan itu juga bakal diisi festival drum sedunia dan pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia di Indonesia (Muri) untuk ulos sadum sepanjang 500 meter bekerja sama dengan Bank Indonesia. (gr)

Foto: ist

TINGGALKAN KOMENTAR